Others

Adiksi terhadap tablet

2021-05-24
Jika orang mendengar kata adiksi pasti otomatis akan mengarah kepada adiksi alkohol atau narkoba.

Pada kenyataannya orang bisa adiksi terhadap apapun juga dari makanan, pekerjaan, minuman dan lain-lain. Adiksi yang berkembang dengan cepat semenjak diperkenalkannya telepon pintar adalah adiksi terhadap telepon pintar. Ditambah lagi dengan adanya sosial media, adiksi terhadap telepon pintar semakin tidak terkendali. Fenomena adiksi yang tidak terkendali ini sampai mempunyai nama sendiri yaitu “nomophobia” atau ketakutan karena harus hidup tanpa telepon pintar & “textaphrenia” yaitu ketakutan kalau seseorang tidak bisa menerima atau mengirimkan pesan elektronik.

Pada tahun 2011 hanya sekitar 55% dari penduduk Amerika yang mempunyai telepon pintar dan ini meningkat pesat di tahun 2019 menjadi sekitar 81%. Walaupun fenomena ini menunjukkan gejala seseorang yang teradiksi suatu barang dimana pada kasus ini adalah telepon pintar, para ahli menolak untuk mengklasifikasikannya sebagai adiksi. Alasan para ahli adalah mereka tidak mau mengklasifikasikan fenomena ini sebagai adiksi karena sangat sulit membedakan antara kebiasaan seseorang dengan adiksi. Satu-satunya kebiasaan orang yang sudah diklasifikasikan sebagai adiksi adalah masalah adiksi terhadap judi, dan yang menariknya adalah orang yang ketergantungan dengan telepon pintar mempunyai ciri-ciri yang sama dengan mereka yang teradiksi dengan judi. Beberapa ciri-cirinya seperti tidak mempunyai kontrol dalam menggunakan telepon pintar, perasaan tidak tenang ketika tidak memegangnya, dan juga dapat menyebabkan efek negatif seperti mengganggu kehidupan pribadi, perkerjaan dan pelajaran mereka.

Ada beberapa gejala yang perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah seseorang teradiksi dengan telepon pintar atau tidak. Pertama, seseorang yang teradiksi dengan telepon pintar akan selalu mencarinya pada saat mereka merasa bosan atau sendiri. Kedua, seseorang yang teradiksi telepon pintar akan berulang kali mengecek telepon mereka. Ketiga, mereka akan merasa gelisah, sedih atau gampang marah jika mereka tidak memegang telepon pintar. Memakai telepon pintar dapat mengganggu perkerjaan dan pelajaran mereka adalah gejala lain dari orang yang teradiksi hal ini. Gejala terakhir yang perlu diperhatikan adalah di saat seseorang yang teradiksi telepon pintar berusaha membatasi pemakaiannya, kemungkinan ia akan dengan cepat kembali teradiksi telepon pintar. Kegelisahan, depresi, kekurangan tidur (insomnia), rusaknya hubungan keluarga serta efek negative pada performa pendidikan dan perkerjaan adalah beberapa dampak dari orang yang teradiksi telepon pintar.

Menurut para ahli, seseorang yang teradiksi telepon pintar kemungkinan mempunyai isu yang lebih dalam daripada hanya seseorang yang sangat menyukai telepon pintar. Mereka menggunakan secara berlebihan karena berusaha untuk mengalihkan atau melarikan diri dari isu yang sangat mengganggu mereka. Menurut para ahli yang sama, jika seseorang bisa meminta bantuan para ahli seperti terapis untuk mengetahui isu apa yang mengganggu mereka maka adiksi mereka ini bisa terhentikan.

Jika seseorang yang teradiksi dengan telepon pintar merasa tidak ada isu lain yang menyebabkan adiksi mereka, ada beberapa langkah yang bisa diambil antara lain dengan menghapus aplikasi yang banyak menghabiskan waktu mereka, membatasi pemakaian telepon pintar, mencari hobi lain yang tidak perlu menggunakan telepon pintar serta jangan takut untuk meminta bantuan jika seseorang merasa mereka tidak bisa lagi menghadapi adiksi mereka ini.

0 COMMENTS