Psychology

Alergi Vs Intoleransi

2019-11-14
Pernahkah Anda melihat atau mengalami alergi pada suatu jenis makanan atau minuman? Apakah Anda yakin reaksi tersebut adalah alergi bukan karena intoleransi?

Karena sebagian besar orang menyangka alergi dan intoleransi terhadap sesuatu adalah hal yang sama, sedangkan terdapat satu perbedaan besar diantara keduanya. Contoh yang paling umum adalah alergi terhadap susu, banyak orang yang mengklaim bahwa dirinya alergi pada susu, sedangkan kenyataannya mereka mengalami intoleransi terhadap susu.

Bagaimana cara mengetahui perbedaannya? Perbedaan paling dasar adalah seseorang yang alergi terhadap sesuatu jika satu titik allergen (penyebab alergi) menyentuh seseorang maka gejala alergi akan langsung keluar atau perlu beberapa waktu untuk keluar. Kondisi tersebut biasanya adalah intoleransi terhadap penyebab alergi. Pada kasus susu jika seseorang meminum segelas susu dan merasa sakit perut beberapa menit kemudian maka ini adalah intoleransi terhadap susu, tetapi jika satu tetes susu saja diminum oleh seseorang yang alergi terhadap susu maka gejala alerginya akan keluar secara seketika.

Setelah mengetahui apa perbedaan dari keduanya, apakah sebetulnya penyebab seseorang bisa terlahir dengan alergi atau intoleransi terhadap sesuatu? Alergi bisa terjadi saat sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap makanan atau zat tertentu. Reaksi tubuh seseorang terhadap allergen adalah dengan mengeluarkan histamine. Histamine inilah yang mengeluarkan gejala-gejala alergi. Beberapa gejala alergi yang umum antara lain gatal-gatal atau berair di beberapa bagian tubuh, sulit bernafas, sulit menelan dikarenakan pembengkakan tenggorokan dan tekanan darah menurun drastis. Berbeda dengan alergi, intoleransi biasanya berhubungan dengan makanan, dimana seseorang tidak bisa mencerna jenis makanan atau minuman tertentu. Hal ini bisa terjadi karena seseorang tidak memilikki enzim khusus yang bisa mengurai makanan atau minuman tersebut. Beberapa gejala intoleransi antara lain perut kembung, begah, sakit perut, nyeri dada karena refluks asam lambung, lemas dan batuk- batuk (HelloSehat website).

Setelah mengetahui perbedaan serta penyebab antara alergi dan intoleransi terhadap sesuatu, lalu bagaimana pencegahannya? Untuk mencegah agar gejala alergi tidak timbul, langkah paling jelas adalah dengan melakukan tes alergi secepatnya dan sebisa mungkin menjauhi dari hal-hal yang bisa memicu timbulnya alergi. Kemudian bagi seseorang yg memiliki alergi sebaiknya menyiapkan anti histamine dan epi pen untuk mencegah pada saat gejala alergi timbul. Untuk kasus ekstrim yang bisa menyebabkan kematian, sebaiknya penderita menginformasikan pada keluarga dan orang terdekat mengenai alergi yang diderita jika berada di suatu tempat atau restoran sehingga bisa mengantisipasi dengan menginformasikan kepada petugas terkait. Pencegahan lain yang bisa dilakukan sebaiknya mencoba beberapa makanan atau minuman yang mungkin dapat menyebabkan gejala intoleransi, lebih baik lagi jika menjauhinya atau setidaknya mengurangi mengonsumsinya. Mencari alternatif makanan atau minuman yang mirip dengan hal yang membuat intoleransi juga bisa menjadi alternatif. Sebagai contoh mengganti susu sapi dengan susu kedelai jika memiliki intoleransi dengan susu sapi. Selain itu mengonsumsi probiotik juga dapat mengurangi gejala intoleransi.

0 COMMENTS