Others

Aneka Ragam vaksin

2021-05-24
Vaksin menjadi perdebatan yang cukup sengit pada masa pandemi ini. Pada awalnya ketika vaksin masih jarang, orang yang berhak menerima vaksin menolak untuk disuntik.

Alasan mereka adalah bagaimana mungkin vaksin dikembangkan secepat itu dan bisa efektif melawan virus COVID-19. Setelah vaksin sudah mulai banyak, orang memilih satu merek vaksin tertentu karena menurut mereka lebih efektif dan aman. Pada kasus di Indonesia kebanyakan memilih memakai merek Sinovac. Setelah timbul beberapa kasus komplikasi dari vaksin lain seperti Astra Zeneca yang menyebabkan kematian dikarenakan komplikasi kekentalan darah, mereka menolak untuk disuntik dengan meerk ini.

Dengan banyaknya kejadian ini dan beberapa merek vaksin yang tersedia termasuk vaksin lokal seperti Merah Putih dan Nusantara, apakah perbedaan mereka dan merek manakah yang lebih efektif? Pada dasarnya vaksin merek mana pun jauh lebih bagus dibandingkan tidak menerima vaksin sama sekali, karena risiko kematian dari COVID-19 adalah empat puluh kali lipat dibandingkan risiko kematian dari vaksin. Untuk mengerti perbedaan cara kerja vaksin yang tersedia, terlebih dahulu kita harus melihat bagaimana sistem kekebalan tubuh (immune) kita bekerja.

Ketika tubuh diserang oleh virus atau bakteri, mereka ini akan memperbanyak diri, merusak dan menyebabkan infeksi pada tubuh kita. Untuk mengatasi infeksi ini maka tubuh kita akan memproduksi antibodi yang akan menyerang virus atau bakteri tersebut serta bagian tubuh yang sudah terinfeksi. Untuk mengatasi infeksi ini, antibodi tubuh akan memerlukan beberapa hari atau beberapa minggu. Setelah infeksi tersebut sembuh maka tubuh akan mengingat cara melindungi tubuh dari infeksi yang sama di masa depan. Pada dasarnya cara bekerja vaksin mirip seperti ini, dimana mereka “melatih” daya tahan tubuh kita untuk melawan infeksi tanpa harus sakit atau mengalami infeksi terlebih dahulu.

Masing-masing vaksin memiliki metode yang berbeda untuk “melatih” daya tahan tubuh kita. Vaksin seperti Pfizer menggunakan teknologi yang dapat membuat virus, dalam kasus ini virus corona, yang mirip dengan aslinya sehingga tubuh kita bisa belajar bagaimana cara melindungi dari virus tersebut. Vaksin yang diproduksi oleh China seperti Sinovac cara bekerjanya agak berbeda, dimana mereka menggunakan virus corona yang sudah dijinakkan sehingga tubuh kita bisa belajar melindungi dari virus corona tanpa harus mengalami penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

Vaksin memerlukan waktu agar tubuh dapat memproduksi antibodi yang dibutuhkan, rata-rata mereka memerlukan waktu sekitar 2 minggu. Ada beberapa kasus dimana beberapa orang yang sudah mendapat vaksin masih dapat terinfeksi, kenapa bisa demikian? Ada beberapa alasan hal ini bisa terjadi yaitu mungkin saja mereka sudah terinfeksi sebelum divaksin, atau di masa tubuh masih memproduksi antibodi yang diperlukan tetapi virus sudah lebih dominan. Pada dasarnya yang penting untuk diingat adalah walaupun seseorang sudah divaksin mereka masih bisa terinfeksi, namun dengan adanya vaksin mereka yang terinfeksi tidak akan sakit parah dan tidak dapat menularkan virus kepada orang lain.

Pada beberapa kasus ada beberapa orang yang meninggal akibat vaksin, mengapa ini bisa terjadi? Kejadian ini ternyata sangat kecil dimana sampai saat ini hanya 1 orang yang diketahui meninggal akibat vaksin di Indonesia dan kurang lebih 20 orang di Eropa dari jutaan orang yang sudah diberikan vaksin. Sedangkan kita tahu bahwa yang sudah meninggal akibat virus corona sudah mencapai 3,4 juta orang dan terus meningkat. Para ahli mengetahui penyebab kematian yang dikarenakan oleh vaksin adalah reaksi alergi yang parah sehingga menyebabkan kekentalan darah pada tubuh. Untuk menjaga agar hal ini tidak terulang lagi maka dokter dan ahli kesehatan akan memonitor lebih ketat mereka yang diberikan vaksin, serta jika ada yang merasa mereka alergi terhadap vaksin maka informasikan segera kepada dokter terkait.

0 COMMENTS