Others

Apakah Anak Laki-laki Lebih Bisa Beradaptasi Pada Masa Pandemi Ini?

2020-09-16
Pada masa pandemi ini semua orang mengalami beban mental yang cukup berat karena tidak bisa melakukan aktivitas yang biasa mereka bisa lakukan seperti bersosialisasi dengan kerabat.

Bagi anak-anak, beban mental ini mungkin lebih berat lagi karena mereka tidak bisa bermain di luar dengan teman-teman mereka dan tidak bisa bermain di taman bermain. Beberapa waktu yang lalu para ahli melakukan penelitian dan menemukan sesuatu yang cukup mengejutkan. Menurut penelitian tersebut para ahli menyimpulkan bahwa anak laki-laki lebih bisa beradaptasi dengan keadaan pandemi seperti sekarang dibandingkan anak perempuan. Namun, benarkah demikian ?

Menurut para orang tua, pada saat awal pandemi banyak anak laki-laki yang membaca buku, bermain board games dan menonton youtube. Hanya saja setelah beberapa lama anak laki-laki menjadi lebih cepat bosan dan mengajak orang tua mereka untuk selalu bermain walaupun orang tua mereka harus berkerja. Pada saat itulah anak laki-laki mulai bermain game online seperti fortnite, league of legends, dan lain-lain. Setelah mereka mulai bermain game online ini mereka tidak lagi mengeluh atau jenuh karena tidak bisa keluar rumah, atau dengan kata lain mereka tidak masalah jika harus tetap di rumah akibat pandemi ini. Diperkirakan pengguna game online pada saat pandemi ini meningkat sekitar 75% dimana peningkatan pengguna game online ini kebanyakan terdiri dari anak laki-laki.

Melihat kenyataan ini, apakah berarti membuktikan bahwa anak laki-laki lebih bisa beradaptasi dengan keadaan pandemi karena adanya game online untuk melampiaskan waktu kosong mereka? Menurut penelitian justru pada kenyatannya, di masa pandemi ini anak laki-laki cenderung merasa terisolasi dibandingkan dengan anak perempuan. Hal ini bukan berarti anak perempuan tidak merasakan depresi atau terisolasi, melainkan menurut penelitian yang dilakukan oleh common sense media ditemukan bahwa anak laki-laki tidak mau mengaku atau mengungkapkan rasa kesepian mereka di masa pandemi ini dibandingan anak perempuan. Menurut hasil penelitian yang sama ditemukan bahwa anak laki-laki cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu di sosial media seperti Instagram dibandingkan anak perempuan, yang mana hal ini dapat meningkatkan perasaan kesepian dan depresi.

Menurut para orang tua, justru game online memberikan sensasi hubungan sosial yang tidak bisa mereka dapatkan karena efek dari pandemi. Bahkan sampai WHO (World Health Organization) menyarankan agar anak-anak lebih banyak bermain game online untuk tetap bisa terhubung dengan sesama di masa social distancing ini. Walaupun sebagian besar agak khawatir melihat anak laki-laki mereka menghabiskan lebih banyak waktu bermain game online dibandingkan sebelumnya, namun melihat anak laki-laki mereka terhindar dari depresi dan justru terhibur membuat orang tua merasa tenang. Meski begitu, tetap saja sebagian orang tua masih merasa khawatir. Kekhawatiran mereka antara lain apakah terlalu sering bermain game online dapat memengaruhi pelajaran mereka? Atas alasan ini orang tua harus menemukan keseimbangan antara membiarkan mereka tetap bermain game dan menjaga kesehatan fisik serta performa akademis mereka. Ada beberapa hal yang orang tua bisa lakukan untuk menjaga keseimbangan ini, diantaranya:

Bermain Game Online Bersama

Bermain game oline bersama teman-teman mereka jauh lebih baik daripada bermain sendirian karena hal ini bisa menjaga hubungan sosial selama masa pandemi.

Mencari Alasan Anak Laki-laki Bermain Game

Coba tanyakan kepada mereka apa aspek yang mereka sukai dari game yang mereka mainkan atau bermainlah bersama mereka jika ada waktu, sehingga orang tua bisa tahu sebab-sebab utama mereka ingin selalu bermain game online.

Menyimpan Game di Ruang Keluarga

Menyimpan game di ruang keluarga dan bukannya di kamar anak-anak dapat menjaga agar mereka tidak bermain game sampai larut malam. Kuncilah game di lemari untuk menghindari anak mereka diam-diam bermain saat malam hari.

Menyarankan Aktivitas Lainnya

Sebaiknya orang tua menghindari diri dari sekadar melarang anak bermain game, tetapi sarankan untuk melakukan aktivitas yang lainnya. Sebagai contoh orang tua bisa menyarankan “Sudah lama ya, kita tidak makan malam bersama” atau, “Hari ini udaranya enak ya untuk bersepeda di luar.”

0 COMMENTS