Food & Nutrition

Apakah BMI Indikator yang Cocok untuk Mendapatkan Berat dan Kehidupan yang Lebih Sehat

2021-08-18
BMI adalah satu indikator yang sering digunakan seseorang untuk diet. Indikator ini juga sering digunakan sebagai indikasi kesehatan seseorang melalui apakah seseorang obesitas atau underweight.

Akhir-akhir ini indikator BMI menjadi pertanyaan para ahli apakah masih menjadi indikator yang tepat untuk menunjukkan resiko kesehatan seseorang atau berat ideal seseorang. Untuk lebih mengerti kenapa BMI dijadikan indikator kesehatan terlebih dahulu kita harus mengerti apakah yang dimaksud dengan BMI. BMI pada dasarnya adalah satu cara untuk menemukan berat ideal dengan cara membagi berat seseorang dengan tinggi berat badan mereka.

Setelah mengetahui BMI seseorang selanjutnya akan dibandingkan dengan standar BMI di mana jika seseorang mempunyai BMI 18,5 -25 maka mereka mempunyai berat ideal, jika mereka mempunyai BMI diatas 25 maka mereka disebut mendekati obesitas dan jika kurang dari 18 maka mereka disebut sebagai underweight. Cara ini sebetulnya pertama kali digunakan oleh perusahaan asuransi untuk menentukan tingkat resiko kesehatan seseorang. Permasalahannya menurut para ahli adalah BMI bukan satu indikator yang sempurna karena ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi perhitungan BMI. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi BMI antara lain adalah orang yang sedang hamil, orang yang mempunyai masa otot yang tinggi seperti atlet dan orang yang gemar berolah raga dan indikator BMI tidak cocok untuk anak-anak dan orang tua di mana berat atau tinggi mereka masih bisa meningkat bagi anak-anak dan menurun bagi orang tua

Sebagai contoh bagaimana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi BMI adalah di saat seseorang sedang mengandung maka secara otomatis BMI akan menganggap orang tersebut tergolong obesitas padahal pada kenyataanya tidak demikian atau atlet yang mempunyai masa otot yang besar sehingga berat mereka meningkat maka BMI akan menganggap orang tersebut tergolong obesitas juga. Walaupun BMI bukan merupakan indikator yang sempurna, seseorang yang mempunyai BMI tinggi cenderung memilikki resiko terjangkit penyakit seperti diabetes, penyakit liver, beberapa tipe kanker seperti kanker kolon dan prostat, darah tinggi dan kolesterol yang tinggi.

Menurut para ahli walaupun BMI dapat memperkirakan resiko kesehatan seseorang, menggunakan BMI saja untuk menilai kesehatan atau berat ideal seseorang bukanlah cara yang tepat. Ditambah lagi standar BMI yang dipakai sekarang dibuat berdasarkan orang barat ras putih sehingga belum tentu cocok untuk ras lain seperti ras asia atau ras berkulit hitam.

Komposisi tubuh termasuk komposisi lemak dan masa otot berbeda-beda berdasarkan ras sehingga jika kita memakai standar BMI yang didasarkan orang barat ras putih untuk menilai BMI ras lainya hasilnya menjadi tidak valid. Untuk saat ini para ahli menyarankan jangan terpaku pada BMI saja melainkan gunakan BMI sebagai langkah awal untuk memulai hidup atau kebiasaan yang lebih sehat.

 

0 COMMENTS