Psychology

Apakah Penderita Autisme Punya Perasaan?

2019-01-18
Setiap orang pasti memiliki pemikiran tersendiri, terutama mengenai hal-hal yang tidak biasa mereka jumpai. Salah satunya adalah pertanyaan yang seringkali diutarakan secara lisan atau dalam hati ketika berhadapan dengan seorang penderita autisme.

Hal tersebut didasari pada pengetahuan umum mereka yang mengatakan bahwa orang yang hidup dengan kondsi autisme tidak memiliki perasaan seperti halnya orang normal. Kenapa demikian? Penyebabnya dikarenakan mereka melihat kondisi seorang autisme tidak dapat bereaksi atau berekspresi seperti orang normal pada umumnya. Sedangkan faktanya, orang yang hidup dengan kondisi autisme sama halnya dengan orang normal yang juga bisa merasakan sedih, senang, kecewa, letih, dan perasaan lainnya.

Lalu mengapa mereka seperti tidak bereaksi? Kondisi tersebut terjadi karena mereka kesulitan untuk membaca ekspresi orang lain, sehingga mereka tidak mengerti bagaimana cara untuk bereaksi atau berekspresi. Itulah yang sering disalahartikan bahwa mereka tidak mempunyai perasaan. Sebagai contoh jika ada seseorang yang terluka mungkin mereka yang hidup dengan kondisi autisme saat melihat hal ini bisa saja bereaksi tertawa karena mereka tidak bisa membaca dengan baik rasa sakit yang dialami orang tersebut. (Verywellhealth, Do people with autism lack sympathy & empathy – Lisa Jo Rudy).

Karena keterbatasan inilah masyarakat atau terutama orangtua dari mereka yang hidup dengan kondisi autisme akan khawatir jika tidak bisa membuat anak mereka bersikap layaknya orang normal pada umumnya dan juga merasa khawatir jika mereka akan mengalami kesulitan jika suatu saat harus hidup sendiri tanpa bantuan dari orangtua atau orang lain di sekitarnya.

Oleh karena itu, para orangtua akan mengikutsertakan anak mereka dalam berbagai macam terapi atau pelajaran agar mereka dapat bersikap seperti orang yang normal. Namun, orangtua seringkali lupa bahwa anak mereka juga mempunyai perasaan seperti bosan, letih atau ingin bermain seperti anak-anak lainnya. Orangtua seringkali memaksakan anak mereka untuk mengikuti terapi atau pelajaran yang berlebihan sehingga anak-anak tidak dapat menikmati hidup mereka. Kondisi terlalu memaksakan ini tentunya berdampak buruk bagi anak. Tidak hanya pada anak yang dalam kondisi autisme, anak normal pun pasti akan merasa tidak nyaman bahkan menolak untuk mengikuti berbagai kegiatan jika memang terpaksa.

Maka dari itu, cara menghadapi atau membantu mereka adalah dengan mengerti bahwa mereka juga memiliki perasaan dan keinginan. Bantulah mereka dengan cara yang tepat tanpa perlu memaksakan kehendak meskipun memiliki niat dan maksud yang baik.

0 COMMENTS