Mom & Kids

Faktor Psikologis yang Pengaruhi Perkembangan Berbahasa Anak

2017-01-27
Faktor psikologis yang pengaruhi perkembangan berbahasa anak - Seiring bertumbuhnya anak, kemampuannya untuk berbicara juga semakin berkembang.

Tak dapat dipungkiri, sebagai orang tua setidaknya Anda dapat mengetahui bagaimana bahasa anak balita ketika berkomunikasi dengan orang sekitar. Yang menarik, perkembangan bahasa anak-anak ternyata berkaitan erat dengan kondisi psikologis anak. Ada beberapa faktor yang memengaruhi perkembangan berbahasa anak. Faktor apa saja itu?

Bahasa anak-anak di media

Faktor pertama yang memengaruhi perkembangan berbahasa anak adalah bahasa anak-anak yang digunakan. Saat ini, pengaruh televisi dan media lain menjadi salah satu input terbesar dalam membangun kosakata mereka. Penggunaan bahasa anak kekinian mungkin akan banyak digunakan oleh anak karena mayoritas penggunaan bahasa di media-media menggunakan bahasa tersebut. Ketika anak sering berinteraksi dengan hal-hal tersebut, maka kosakata yang digunakan oleh anak tersebut kemungkinan besar akan mengikuti gaya bahasa yang dicontohkan. Oleh karena itu, semaksimal mungkin batasi tontonan dengan penggunaan bahasa yang kurang baik untuk mencegah pengaruh buruk penggunaan bahasa yang tidak baik.

Kelainan psikologis

Banyak juga masalah psikologis dan kebiasaan yang mampu membatasi anak untuk dapat berbicara dan memahami bahasa. Anak kecil yang antisosial atau autis misalnya, punya keterbatasan dalam berinteraksi dan memahami ekspresi wajah. Bila anak Anda terdiagnosa memiliki masalah psikologis, akan lebih baik bila Anda mencoba berdiskusi dengan dokter untuk membantu kemampuan anak dalam memahami dan mempelajari bahasa dengan efisien.

Kondisi ekonomi keluarga

Sebuah studi yag dilakukan oleh beberapa universitas ternama di Amerika mengatakan bahwa anak-anak dengan latar belakang ekonomi rendah memiliki kemampuan berbahasa yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak dengan latar belakang ekonomi tinggi. Penyebabnya diduga karena pemasukan keluarga, pengaturan tempat tinggal, serta kemampuan ekonomi dapat mempengaruhi tingkat stres. Akibatnya, perkembangan bahasa anak balita jadi kurang baik.

Perhatian orang tua

Ketika anak diabaikan, efeknya sangat berpengaruh pada kemampuan berbicara serta memahami bahasa. Anak-anak yang diabaikan di rumah atau sering dititipkan di tempat penitipan anak memiliki kemampuan berbahasa yang cenderung lebih rendah di masa yang akan datang. Ketika Anda mengabaikan anak Anda atau menghindar dari perhatian dan kasih sayang yang dia butuhkan, maka dia juga tidak pernah mendengar Anda berbicara serta tidak memiliki kesempatan untuk memahami suara serta arti dari sebuah ungkapan. Hal ini akan membawa masalah baru di masa yang akan datang. Maka dari itu, meskipun Anda adalah seorang pekerja yang jarang bertemu anak, usahakan untuk selalu berkomunikasi dengan anak setiap harinya meskipun hanya sekedar menanyai aktivitasnya dalam sehari.

Ketakutan sosial

Perkembangan bahasa anak balita juga dipengaruhi oleh ketakutan sosial yang dihadapi anak. Pengalaman untuk bertemu dengan orang banyak akan mempengaruhi kemampuan untuk mempelajari serta memahami bahasa. Ketika anak tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan orang lain, maka dia akan sulit untuk memahami sebuah bahasa. Bila ada anak yang merasa takut ketika akan berbicara dengan orang lain, itu tandanya dia tidak pernah berlatih semasa kecil. Dukung dia dengan memintanya untuk selalu berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Dengan begitu, Anda akan menghilangkan ketakutan sosialnya sehingga anak akan mudah berkomunikasi dengan orang lain ketika dewasa nanti.

Memahami bagaimana perkembangan bahasa anak-anak adalah hal yang paling penting untuk mendukung tumbuh kembangnya. Orang tua yang memberikan perhatian maksimal terhadap anak akan membantu anak untuk berkomunikasi dengan baik ketika dewasa nanti.

0 COMMENTS