Psychology

Bahasa Baru

2018-07-02
Anak Berkebutuhan Khusus atau yang disingkat ABK, memiliki beberapa kondisi dengan berbagai penanganan khusus, terutama untuk mereka yang mengalami autistic. Mereka seringkali kesulitan untuk berkomunikasi.

Sebagian dari mereka tidak dapat berkomunikasi selayaknya orang awam atau bahkan tidak dapat berbicara sama sekali. Untuk itulah mereka sangat membutuhkan solusi yang tepat untuk dapat berkomunikasi.

Para ahli, orang tua, keluarga dan komunitas terkait berusaha menemukan cara atau terapi agar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dapat berkomunikasi selayaknya orang awam.

Salah satu metode yang cukup berhasil untuk membantu ABK bisa berkomunikasi atau berbicara seperti orang awam yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) and Sensory Integration. Hasilnya, sebagian ABK bisa berbicara tetapi masih tidak bisa berkomunikasi setelah menjalani metode ini. Hal tersebut dikarenakan mereka tidak bisa atau bahkan tidak mau berbicara seperti orang awam. Mereka hanya mau berkomunikasi dengan cara mereka. Hal tersebutlah yang menjadikan metode ini tidak cocok untuk sebagian ABK.

Atas alasan inilah, para ahli mencoba mencari cara agar kita bisa mengerti cara berkomunikasi ABK atau “bahasa mereka”. Salah satu metode yang akhir-akhir ini berkembang adalah PECS (Picture Exchange Communication System). Sebuah metode dengan menggunakan gambar untuk berkomunikasi dengan ABK. Latar belakang penggunaan metode PECS ini adalah untuk ABK terutama yang autis lebih banyak menggunakan komunikasi visual, sehingga diharapkan dengan menggunakan metode komunikasi visual ini kita dapat mengerti apa yang ABK ingin ungkapkan tanpa memaksa mereka untuk langsung bicara.

Sedikit gambaran untuk metode PECS ini adalah pengajar memulai dengan gambar atau subjek apa yang kira-kira menarik ABK. Setelah diketahui, maka metode ini bisa diterapkan dengan dibantu oleh asisten pengajar.

Komunikasi akan dimulai dengan sesuatu yang mudah. Dimulai dengan duduk berhadapan, kemudian ABK ditanyakan ingin memilih gambar apa dari yang sudah disediakan. Secara perlahan gambar ini diasosiasikan dengan suatu aktivitas. Sehingga jika ABK menginginkan sesuatu dia harus mengambil gambar aktivitas yang ingin dilakukan dengan bantuan asisten pengajar tentunya. Setelah makin mahir, ABK akan diminita untuk mengucapkan kata-kata seperti, “saya ingin” sebelum mengambil kartu tersebut untuk mengerjakan suatu aktivitas. Asisten pengajar secara perlahan juga akan melepaskan ABK agar mereka bisa berkomunikasi sendiri.

Metode secara lengkap bisa dilihat pada research: Collet-Klingenberg L. (2008). PECS Stepas For Implementation. Madison, WI: The National Professional Development Center On Autism Specturm Disorders, The Waisman Center, The University Of Wisconsin. Dengan beberapa perkembangan baru ini para ahli mengharapkan dapat mengembankan “bahasa baru”untuk berkomunikasi dengan ABK bukan memaksa mereka untuk berbicara seperti kita.

0 COMMENTS