Mom & Kids

Dampak Buruk Junk Food Terhadap Anak

2016-10-12
Dampak buruk junk food terhadap anak - Makanan cepat saji yang memang kebanyakan adalah junk food memang sudah merajalela di pasaran.

Banyak orang yang suka mengonsumsinya dan bahkan menyukainya, termasuk anak-anak Anda mungkin. Sebaiknya segera kurangi atau lebih baik hindari memberikan makanan junk food kepada anak-anak. Pasalnya, ada bahaya makanan junk food bagi kesehatan anak yang jarang orang ketahui. Apa saja itu?

Bahaya junk food bagi kesehatan anak

Keberadaan junk food saat ini bisa dibilang mengkhawatirkan. Semakin banyak ragam dan jenis junk food yang beredar di pasaran membuat anak-anak jadi semakin suka dengan makanan tersebut. Padahal, bahaya junk food bagi kesehatan mereka benar ada dan nyata.

Di Amerika Serikat, junk food merupakan salah satu penyebab utama obesitas pada anak-anak. Data yang dihimpun pada tahun 2010 menyebutkan, angka kegemukan di tahun 1970an yang semula 4-6 persen tiap tahunnya meningkat di tahun 2008 menjadi 10-20 persen tiap tahun. Selain obesitas, masih banyak bahaya makanan junk food bagi kesehatan anak, antara lain:

  • Kesehatan mental yang terganggu - Dalam Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry yang dirilis pada tahun 2013, diadakan penelitian terhadap jenis makanan yang dikonsumsi anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun sekaligus ibu mereka saat hamil. Menariknya, peneliti menemukan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil dan anaknya mempengaruhi kesehatan mental anak, khususnya karena junk food. Makanan junk food yang tidak sehat serta kurang nutrisi menjadi penyebab masalah perilaki dan emosi, termasuk depresi dan kecemasan yang berlebihan.
  • Risiko obesitas – Seperti yang diungkapkan sebelumnya, Obesitas juga menjadi salah satu bahaya makanan junk food bagi kesehatan. Anak-anak usia 4-19 tahun yang sering mengonsumsi makanan junk food berisiko obesitas. Hal tersebut ditulis dalam sebuah penelitian yang ditulis di jurnal Pediatrics pada tahun 2004. Makanan cepat saji sering kali mengandung lebih banyak kalori, karbohidrat, gula, hingga pemanis buatan. Hal ini akan semakin parah bila anak kurang nutrisi lengkap pada susu serta kebutuhan serat yang tidak memadai.
  • Risiko terserang penyakit – Karena obesitas, daya tahan tubuh anak akan melemah. Tingkat kolesterol serta tekanan darah cenderung tinggi. Hal ini tentu akan mengerucut ke penyakit jantung. Obesitas tersebut juga menyebabkan risiko prediabetes, masalah pada tulang dan persendian, apnea tidur, hingga masalah sosial dan psikologi. Bahayanya, penyakit-penyakit tersebut juga akan mengikuti anak-anak hingga mereka dewasa kelak.
  • Performa akademis menurun – Siapa sangka, bahaya makanan junk food juga mempengaruhi performa akademis anak. Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2003 dan dirilis di tahun 2008 di Journal of School Health, peneliti membandingkan makanan yang dikonsumsi sehari-hari oleh 5.000 murid sekolah dengan nilai akademis mereka. Peneliti menemukan bahwa murid yang mengonsumsi makanan dengan kualitas buruk seperti junk food memiliki nilai yang jelek di setiap tes mereka.

Meski demikian, bukan lantas Anda tidak boleh sama sekali memberikan makanan junk food terhadap anak-anak. Yang terpenting adalah bagaimana Anda memperhatikan jumlah kalori yang mereka dapatkan. Selain itu, kalori tersebut juga harus rendah lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, garam, dan pemanis tambahan.

Akan lebih baik bila bahaya makanan junk food dihindari semaksimal mungkin. Caranya adalah dengan memberikan anak makanan dari beragam kelompok makanan. Perhatikan juga takaran makanan yang cocok untuk anak Anda agar tidak terlalu banyak makan.

0 COMMENTS