Others

Banyak Uang Mempengaruhi Kesehatan Mental? Simak Ini!

2021-12-17
Mempunyai banyak uang, belum tentu bahagia, begitu katanya.

Pernyataan di atas mungkin sudah ada di benak sebagian besar orang yang sudah mengalami sendiri, bagaimana uang mempengaruhi kesehatan mental mereka. Hal ini dikarenakan isu ini sudah banyak mempengaruhi orang sampai adanya suatu sebutan untuk kondisi tersebut yakni “Affluenza”. Kondisi Affluenza ini terbuat dari dua kata yaitu “influenza” & “affluence” yang pada dasarnya mengatakan kalau seseorang bisa mengalami kegelisahan, akan adanya hutang yang berlebihan dan cenderung konsumtif yang disebabkan oleh selalu menginginkan sesuatu yang lebih. Kecenderungan seperti ini semakin menyebar luas dikalangan masyarakat, layaknya penyakit influenza. Hal ini terjadi dikarenakan ketika seseorang mendapatkan uang, maka menurut para ahli hal ini dapat mengubah segalanya secara positif atau negatif.

Menurut penelitian oleh para ahli, kekayaan dan usaha untuk mendapatkan kekayaan ternyata ada keterkaitan dengan timbulnya kelakuan immoral pada seseorang. Hal ini dapat terjadi, karena uang dapat mempengaruhi pikiran dan perilaku kita dengan cara yang tidak kita sadari. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang hubungan antara psikologis manusia dengan uang dan kekayaan. Hal pertama, yang perlu kita ketahui adalah dengan bertambahnya uang, biasanya rasa empati dan rasa kasih sayang  seseorang akan berkurang. Namun, ketika seseorang tidak mempunyai kekayaaan atau tidak cukup kekayaan, mereka harus bergantung kepada orang lain untuk hidup , sehingga mereka cenderung akan memperhatikan perasaaan orang lain.

Pada saat seseorang mempunyai kekayaan lebih dari cukup, maka mereka tidak perlu lagi memperhatikan perasaan orang lain. Adanya hal ini dikarenakan mereka tidak memerlukan orang lain untuk bertahan hidup. Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah, ketika seseorang hanya memikirkan uang saja, maka hal ini akan mengarah kepada kelakuan yang tidak baik atau tidak etis. Jika seseorang  hanya fokus untuk mendapatkan uang lebih, maka seringkali mereka tidak perduli tentang bagaimana cara mendapatkanya atau memikirkan perasaan orang lain. Kenyataan yang mungkin tidak terpikirkan oleh banyak orang adalah, bahwa kekayaan yang berlebih dapat menyebabkan masalah kecanduan atau adiksi pada seseorang. Hal ini dapat terlihat pada anak dari orang-orang yang mempunyai kekayaan yang berlebih , dimana mereka sering mengalami depresi dan tidak dapat menceritakan atau mengungkapkannya secara terbuka. Sehingga, hal mengakibatkan mereka mencari jalan keluar dengan mengonsumsi obat-obatan atau minuman keras untuk mengatasi rasa depresi mereka.

Alasan lainnya ketika orang-orang dengan permasalahan seperti ini tidak bisa menceritakan masalah depresi mereka adalah mungkin saja orang tua atau keluarga mereka tidak memiliki waktu karena kesibukan yang ada. Selain itu, alasan lainya adalah adanya ekspektasi orang tua atau keluarga mereka yang begitu tinggi, sehingga anak-anak mereka merasa malu untuk menceritakan masalah mereka. Kekayaan dapat menimbulkan adiksi untuk mencari kekayaan yang  lebih banyak lagi, ini adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan antara hubungan psikologis manusia dengan kekayaan. Kecenderungan diksi ini disebut proses adiksi, dimana seseorang merasakan keharusan untuk melakukan sesuatu, seperti keinginan untuk melakukan tindakan berjudi, aktivitas seksual dan mencari kekayaan, walaupun hal tersebut tidak baik bagi mereka.

Anak-anak dari orang yang memiliki kekayaan berlebih, seperti yang disebutkan sebelumnya pada umumnya mengalami tingkat stress yang tinggi, terutama jika dibandingkan anak orang yang tidak memilikki kekayaan berlebih. Hal ini seperti disebutkan sebelumnya, karena orang tua atau keluarga yang memiliki kekayaan berlebih, umumnya tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menghabiskan waktu dengan anak mereka. Hal terakhir yang perlu diperhatikan antara hubungan psikologis manusia dengan keuangan yakni, seperti pepatah  yang mengatakan bahwa uang yang banyak tidak bisa memberikan kebahagian pada seseorang.

Pada kenyataanya, memang uang yang banyak tidak dapat memberikan kebahagian, namun jika seseorang mempunyai uang banyak, bukan berarti mereka tidak dapat bahagia. Akan tetapi, hal yang dapat menyebabkan stress atau ketidakbahagiaan pada seseorang yakni ketika berusaha mencari uang banyak secara terus menerus. Jadi, dapat disimpulkan bahwa, bukan berarti seseorang tidak boleh mencari uang sebanyak-banyaknya, namun jika hal ini sudah menyebabkan efek negatif pada kehidupan seseorang. Maka, ada baiknya mencari aktivitas atau pekerjaan lainnya.

0 COMMENTS