Others

Belajar Lewat Bermain

2021-03-23
Bermain adalah aktivitas yang wajar dilakukan oleh anak-anak untuk menghibur diri mereka.

Akan tetapi yang tidak banyak kita sadari adalah bermain merupakan proses penting bagi anak-anak untuk belajar keterampilan sosial seperti konsentrasi dan berkerja sama. Anak-anak masih belum mengerti bagaimana dunia ini bekerja, dan dengan bermainlah mereka bisa belajar bagaimana dunia ini bekerja.

Keuntungan lainnya yang tak terduga dari bermain adalah meningkatkan keterampilan bahasa, belajar bahasa baru dan mengembangkan kreativitas mereka. Ada beberapa tipe bermain yang orang tua atau keluarga bisa ajarkan agar anak-anak bisa mendapatkan keuntungan dari bermain. Cara bermain pertama adalah permainan sensorik (sensory rich play), permainan ini mengajarkan anak-anak untuk belajar sensori penciuman, pendengaran, visual dan gerak. Permainan ini menggunakan bola, pasir, mainan air, perosotan, ayunan & figure painting untuk belajar mengenal sensori jenis ini.

Tipe bermain yang kedua adalah permainan manipulative seperti bermain dengan LEGO, play dough serta board game. Permainan ini meningkatkan koordinasi mata dan tangan. Mengkhayal atau pretend play adalah satu tipe permainan yang penting untuk meningkatkan kreativitas ditambah lagi permainan ini mengajarkan anak-anak untuk belajar lebih banyak mengenai keterampilan sosial. Permainan ini mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan mereka di masa depan, karena pada saat bermain ini mereka pura-pura beraktivitas di dunia nyata seperti pergi ke kantor atau berpura pura belanja ke supermarket. Bermain di luar atau outdoor play dan eksplorasi akan membuat anak-anak belajar tentang dunia luar dan bagaimana mereka selalu berubah. Permainan ini juga mengajarkan anak-anak tentang keterampilan motorik kasar mereka (gross motoric skills).

Pada saat melakukan permainan sangat penting untuk diingat oleh orang tua adalah mainan yang dimainkan sesuai dan cocok untuk umur mereka, mainan ini tidak perlu mahal yang dapat berupa peralatan sehari-hari seperti panci, kotak atau ember bisa digunakan untuk bermain. Pastikan juga pada saat bermain orang tua atau keluarga harus mengawasi, misalnya pastikan mainan tidak terlalu kecil sehingga tidak sengaja tertelan.

Berikut ini beberapa rekomendasi mainan yang sesuai dengan kategori umur. Untuk bayi permainan seperti kaca, rattles, mainan di box bayi dan mainan bayi pada umumnya aman bagi mereka. Untuk anak balita mainan seperti LEGO berukuran besar, mainan untuk memilah bentuk (shape sorter) serta mainan seperti menumpuk ring (ring stacker) pada umumnya aman dan cocok untuk pertumbuhan mereka. Untuk anak-anak berumur sekolah dasar mainan seperti LEGO, buku, sepeda atau sepatu roda cukup aman serta dapat membantu dalam perkembangan mereka. Untuk mereka yang berumur sekolah menengah maka permainan olah raga, buku, hobi seperti merakit mainan atau puzzle & alat-alat elektronik adalah permainan yang cocok bagi mereka.

Sekali lagi penting untuk diingat oleh orang tua dan juga kerabat untuk memilih permainan atau mainan yang cocok bagi karakter anak. Ada kemungkinan permainan atau mainan tidak sesuai dengan perkembangan anak, misalnya yang berusia lebih tua belum boleh bermain dengan permainan yang berukuran kecil. Kasus seperti ini bisa terjadi pada anak-anak berkebutuhan khusus.

0 COMMENTS