Psychology

Bullying

2019-04-15
Apakah yang dimaksud dengan “Bullying”? Dalam bahasa Indonesia bullying adalah mengintimidasi seseorang atau lebih dikenal dengan perundungan.

Bentuk perundungan bisa bermacam-macam yaitu dari omongan, tingkah laku atau tindakan fisik, tetapi apapun bentuknya intimidasi ini sangat menyakitkan atau membahayakan orang yang diintimidasi. Tidak sedikit dari orang yang terintimidasi menjadi depresi dan dalam beberapa kasus bisa berujung kepada bunuh diri.

Sebagian besar orang melakukan perundungan tanpa menyadari yang mereka lakukan itu perundungan. Untuk itu perlu diketahui apa saja contoh dari perundungan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya karena perundungan bisa dalam berbagai bentuk tetapi karakteristiknya selalu sama, dimana orang yang melakukan perundungan biasanya mempunyai kekuatan atau kekuasaan. Setidaknya persepsi kekuatan atau kekuasan perundung yang timbul dari benak orang yang diintimidasi itu yang mereka gunakan untuk menyakiti atau memalukan orang yang diintimidasi.

Karakteristik lainnya adalah rata-rata perundungan terjadi berulang kali atau setidaknya ada potensi untuk terjadi berulang kali. Salah satu hal yang membahayakan dari perundungan adalah kebanyakan dari kita melakukannya tanpa menyadari bahwa kita telah melakukannya. Tindakan kecil seperti basa basi kepada teman anda seperti “Gemukan ya?” bisa dianggap sebagai perundungan jika orang yang disindir tersakiti perasaannya.

Perundungan sudah menjadi bagian hidup kita, sehingga kita sudah terbiasa atas hal itu. Dari kita kecil berlanjut ke masa sekolah, lalu berlanjut ke jenjang mahasiswa dan sampai berlanjut ke tempat kita bekerja. Hal-hal yang sering kita lihat atau alami di masa sekolah kita, seperti MAPRAM (Masa Prabakti Mahasiswa) itu juga salah satu bentuk perundungan yang telah lama terjadi. Setelah mengetahui definisi perundungan itu apa dan contohnya di kehidupan kita, yang perlu diketahui berikutnya adalah dampak dari perundungan kepada orang yang dirundung dan juga kepada orang yang merundung.

Stress berat mungkin efek yang paling sering dialami oleh orang yang dirundung, dari stress berat ini bisa berlanjut ke berbagai macam hal seperti merasa selalu ada yang kurang dari perbuatan atau dari diri mereka sendiri karena tidak bisa memenuhi standar orang lain. Seseorang bisa menjadi lebih introvert karena tidak nyaman bergaul dengan orang lain. Performa atau kinerja seseorang di sekolah atau di tempat kerja bisa menurun, mereka tidak bisa berkonsentrasi karena setiap hari mereka terintimidasi. Karena efek dari perundungan, beberapa orang sering mengambil tindakan yang mungkin membahayakan bagi diri mereka seperti diet yang tidak karuan, operasi kecantikan yang tidak aman atau ilegal, memakai obat-obatan terlarang untuk mengurangi level stress mereka dan yang paling ekstrem beberapa orang memilih mengambil nyawa mereka karena tidak tahan dengan tekanan di hidup mereka.

Efek dari perundungan yang sudah disebutkan sebelumnya, sebetulnya sudah banyak diketahui banyak orang, tetapi mungkin yang belum banyak diketahui orang adalah efek perundungan bagi orang yang merundung. Sebelum membicarakan efek negatif bagi orang yang merundung, perlu diketahui bahwa biasanya orang yang merundung justru orang yang paling tidak percaya diri atau banyak mengalami tekanan, atau malah mereka juga pernah menjadi korban perundungan. Oleh karena itu, mereka memerlukan orang yang lebih lemah dari mereka untuk pelampiasan agar lebih percaya diri.

Efek pertama dari orang yang merundung biasanya adalah lambat laun mereka akan kehilangan banyak teman, karena tindakannya cepat atau lambat teman-teman mereka akan menjadi korban perundungan juga. Selain itu orang yang merundung juga mengalami tekanan luar biasa untuk memenuhi standar orang-orang yang mengidolakan mereka, dan tidak sedikit dari mereka akan mengalami efek yang sama dengan orang yang mereka rundung, yaitu stress berat sampai-sampai melakukan tindakan bunuh diri.

Setelah mengetahui efek negatif yang banyak sekali dari perundungan, apakah yang dapat kita lakukan untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi lagi? Cara paling mudah adalah kita harus berpikir hal-hal apa saja yang dapat menyakiti perasaan kita sendiri dan kemungkinan besar akan menyakiti perasaan orang lain juga, sebagai contoh jika kita tidak suka dibilang “gemukan” jangan mengatakan hal yang sama kepada orang lain. Selain itu hal penting yang harus kita lakukan untuk menghentikan perundungan adalah jika kita mengalami perundungan atau teman kita mengalami perundungan, maka kita harus melaporkan kejadian itu kepada guru kita, atasan kita atau kepada pihak yang berwajib.

0 COMMENTS