Mom & Kids

Dampak Gadget untuk Perkembangan Anak

2019-06-17
Di era teknologi saat ini tentunya tidak bisa menutup mata dari berbagai gadget dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini memicu banyak perdebatan mengenai penggunaan gadget pada anak yang seringkali dianggap mengganggu perkembangan mereka. Sedangkan sejak jaman dulu, segala hal baru hampir selalu menjadi kambing hitam sebagai faktor pengganggu perkembangan anak.

Dahulu kala, sebelum adanya listrik atau peralatan elektronik, buku menjadi alasan atau kambing hitam penyebab terganggunya perkembangan seorang anak jika terlalu banyak membaca buku. Kemudian saat adanya televisi lahirlah teori “screen time” karena banyaknya anak tidak mau beraktivitas akibat terlalu sering menonton televisi. Lalu teori ini berlanjut pada era dimana permainan elektronik seperti Nintendo atau Playstation muncul ke publik dianggap mengganggu perkembangan anak.

Kini setelah maraknya gadget seperti smartphone atau tablet menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari hidup seseorang kemudian menjadi alasan terganggunya perkembangan anak seperti ketika anak lebih memilih bermain dengan gadget dibanding bermain diluar dengan teman-teman lainnya, membaca buku atau melakukan hal produktif lainnya. Bahkan sampai ada yang membandingkan jika terlalu sering berinteraksi dengan gadget dianggap sama buruknya dengan efek kecanduan narkoba. Apakah alasan ini masuk akal? Apakah gadget menjadi penyebab utama anak-anak tidak mencapai potensi mereka?

Gadget tak bisa dipungkiri sudah menjadi benda yang terlibat dalam segala aspek kegiatan sehari-hari. Walaupun banyaknya kritik atas pemakaian gadget yang berlebihan, tetap saja gadget telah membawa perkembangan yang luar biasa dalam bidang pengobatan, ekonomi dan pendidikan. Dikhawatirkan jika harus benar-benar menghindar dari penggunaan gadget, maka bisa terjadi kemunduran dalam masyarakat.

Jika memang memberikan banyak efek positif, mengapa orangtua dan beberapa ahli sangat khawatir apabila anak terlalu banyak berinteraksi dengan gadget? Salah satu jawabannya adalah mungkin dengan adanya gadget anak-anak akan sangat mudah mendapatkan materi atau informasi yang positif atau negatif. Karena alasan inilah orangtua takut anak-anak mereka berinteraksi dengan materi atau informasi yang bersifat negatif. Ketakutan lain yang biasanya orangtua alami adalah ketika anak mereka berinteraksi dengan gadget dapat mengganggu akademis mereka di sekolah. Alasan ini sebenarnya kurang tepat, karena dengan gadget seorang murid bisa meningkatkan kinerja mereka dengan lebih mudah mendapatkan informasi yang lebih luas untuk kebutuhan pelajaran mereka. Justru yang membuat pelajaran mereka akan terganggu adalah ketika murid menggunakan gadget untuk hal yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran mereka.

Selain itu keluhan lain dari penggunaan gadget adalah anak-anak mereka tidak mau bergaul dengan anak-anak lain karena lebih memilih menyendiri bermain dengan gadget mereka. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena dengan gadget anak-anak jaman sekarang bisa menjalin hubungan atau berinteraksi dengan berbagai macam orang di seluruh pelosok dunia. Namun yang menjadi masalahnya yaitu interaksi ini hanya berada di dunia maya bukan secara fisik.

Kekurangan kegiatan fisik inilah yang juga menjadi salah satu keluhan orangtua ketika anak terlalu sering bermain dengan gadget. Namun banyak hal pula kegiatan fisik yang terbantu berkat adanya gadget. Lalu apakah gadget memberikan dampak baik atau buruk untuk perkembangan anak? Jawabannya adalah tergantung dari sikap orangtua dalam mendidik anak. Jika orangtua membimbing anak dalam menggunakan gadget untuk hal yang positif atau setidaknya tidak digunakan untuk hal negatif, maka anak-anak tidak akan gaptek (gagap teknologi), dapat berkembang dalam dunia yang serba canggih dan selalu up to date. Perlu diingat dengan adanya bimbingan dari orangtua serta pemantauan mengenai penggunaan gadget maka anak akan merasakan banyak hal positif dibandingkan dampak negatif dari gadget tersebut.

0 COMMENTS