Others

Genetik Vs Diet

2018-04-09
Memiliki tubuh yang sehat dan ideal pasti merupakan idaman setiap orang. Berbagai cara bisa dilakukan, misalnya dengan menjaga pola makan, olahraga atau perawatan lainnya.

Bagi kamu yang sedang berusaha mati-matian untuk mencapai target pasti merasa heran dengan beberapa orang yang tidak perlu diet atau olahraga tapi bisa menikmati makananan apapun tanpa mempengaruhi berat badannya. Ada beberapa orang yang beranggapan hal tersebut terjadi karena faktor gen yang bagus. Apakah pernyataan tersebut benar atau hanya persepsi saja?

Menurut artikel NBC News mengenai “Trying to Find a Healthy Diet? Look to Your Genes”, ilmuwan menyatakan bahwa terdapat perbedaan pada genetik seseorang sehingga dapat mempengaruhi proses metabolisme senyawa (compound).  Contohnya seperti variasi pada gen CYP1A2 dimana proses metabolisme zat kafein menjadi lebih lambat, sehingga jika mereka mengonsumsi semakin banyak kafein maka resiko darah tinggi dan penyakit jantung akan semakin tinggi.

Kenapa hal ini penting? Hasil penelitian dari  seorang  profesor di bidang nutrisi dari Universitas Toronto, Ahmed El Sohemy, mengatakan bahwa “one size fits model of nutritional guidance” bukanlah cara yang effektif menurunkan berat badan atau untuk hidup sehat. Selain itu dilihat dari hasil penelitian orang-orang yang mengikuti “DNA based diet”, mereka akan cenderung mengikuti diet tersebut karena hasilnya akan lebih akurat.

Penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada manusia yang terlahir dengan gen sempurna, hanya cara hidup merekalah yang sesuai dengan gen mereka sehingga terlihat sempurna tanpa usaha. Berdasarkan fakta ini, jika masing-masing orang bisa mengetahui kebutuhan gen mereka, maka diet yang dikerjakan kemungkinan besar akan membuahkan hasil yang lebih sesuai dengan ekspektasi dan tidak membahayakan.

0 COMMENTS