Psychology

Ini Dia, Alasan Apakah Emosi Kita Seringkali Menghalangi Logika

2022-03-07
Saat membuat keputusan yang penting, kita sering dianjurkan untuk jangan menggunakan emosi.

Hal ini adalah satu kutipan yang mungkin sering kita dengar. Emosi sering disalahkan karena menurut kebanyakkan orang, emosi dapat membuat seseorang menjadi gelap mata & tidak bias dalam membuat keputusan yang logis.

Tak hanya itu, ada beberapa kejadian dimana ketika seseorang mengalami jatuh cinta, dan kemudian mereka menikah tanpa mengenal pasangan dengan baik sehingga berakhir di perceraian. Contoh lainnya yakni ketika seseorang begitu menyenangi suatu benda, namun pada akhirnya mereka membeli barang yang mereka tidak perlukan. Adanya hal ini membuktikan bahwa emosi umumnya mengarah kepada tindakan yang tidak logis. Di lain pihak, jika melihat produk-produk yang populer seperti Apple, Microsoft, Starbucks, Google, Instagram & lainnya tercipta karena pendiri masing-masing produk tersebut sangat mempercayai produk mereka. Walaupun pada akhirnya, saat produk itu dibuat tidak ada yang mempercayai mereka sehingga pada saat itu mereka dianggap bertindak tidak logis atau dengan kata lain mereka menggunakan emosi mereka untuk membuat keputusan.

Pada kenyataanya ketika kita melakukan sesuatu, semua didasarkan emosi kita. Hal ini bisa terlihat dari berbedanya keputusan yang diambil seseorang jika dihadapkan dengan situasi yang sama. Semua orang menggunakan prinsip mereka saat mereka membuat keputusan, hal yang banyak tidak diketahui orang adalah “prinsip” yang mereka pegang teguh adalah emosi mereka.

Sebagai contoh, seorang pengusaha mungkin memutuskan untuk berinvestasi agar perusahaan menjadi lebih besar, alasan lainnya menurut pemikiran logis mereka bahwa suatu perusahaan sudah mempunyai terlalu banyak pelanggan sehingga perlu dibuat lebih besar agar dapat melayani semua pelanggan. Hal yang mereka tidak sadari yakni, keputusan berdasarkan emosi ini mereka buat berdasarkan emosi mereka sendiri dimana mereka percaya bahwa perusahaan yang mereka buat dapat berkembang lebih pesat jika mereka berinvestasi di perusahaan mereka. Orang lain mungkin melihat tindakan ini sebagai tindakan yang gegabah, karena menurut prinsip mereka berinvestasi sebesar ini tidak ada jaminan untuk balik modal. Pendapat ini didasarkan oleh “prinsip” atau emosi mereka yang mungkin tidak menyukai mengambil resiko & memilih untuk hidup aman.

Hal ini mengacu pada fakta bahwa emosi membuat kita bertindak tidak logis, jawabannya tentu saja tidak karena hasil dari keputusan yang kita buat bukan ditentukkan oleh kita melainkan yang kita kenal dengan “takdir”. Bisa saja seseorang membuat keputusan yang tidak logis atau gegabah tetapi dapat menghasilkan hasil yang luar biasa. Dan sebaliknya seseorang membuat keputusan yang sangat logis sedangkan hasilnya buruk. Hal penting yang perlu kita lakukan adalah jika mengambil keputusan adalah kita ambil tanpa rasa bersalah atau dengan penyesalan apapun hasilnya.

0 COMMENTS