Mom & Kids

Kapan saat yang tepat untuk Toilet Training bagi ABK

2021-06-24
Toilet training atau berlatih untuk buang air kecil dan besar bukanlah suatu perkerjaan yang mudah bagi orang tua, diperlukan kesabaran yang cukup besar untuk mengajari keterampilan ini

Pertanyaan yang sering ada di benak orang tua adalah pada umur berapa sebaiknya orang tua bisa memulai toilet training? Jawaban bagi hal ini adalah tidak ada umur patokan untuk memulai toilet training. Alasannya adalah walaupun biasanya siap untuk belajar toilet training antara umur 2–4 tahun, kenyataannya adalah kebanyakan dari mereka memerlukan waktu lebih lama terutama bagi ABK serta terlebih bagi ABK yang non-verbal. Jika terjadi kasus dimana anak-anak belum bisa ke kamar mandi sendiri setelah umur 4 tahun, maka orang tua tidak perlu malu dan tidak perlu memaksakan anak untuk segera belajar.

Bagi orang tua atau orang tua ABK yang ingin mulai proses toilet training, ada beberapa tips yang bisa membantu. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya tidak ada umur yang tepat untuk memulai proses toilet training, tetapi jika anak-anak atau ABK mulai menaikkan atau melepas celana sendiri, atau sembunyi-sembunyi saat buang air besar, atau ketika anak terlihat tidak nyaman saat diapers basah adalah beberapa tanda yang patut diperhatikan bahwa anak tersebut sudah siap untuk mulai proses toilet training.

Tips kedua untuk memulai toilet training adalah mulai mengganti diapers dengan celana dalam. Pertama-tama mungkin ABK akan mengalami buang air kecil atau air besar di celana dalam, jika hal ini terjadi tidak perlu khawatir dan biarkan mereka terbiasa menggunakan celana dalam sebelum memulai proses toilet training. Agar ABK mau mengganti diapers dengan celana dalam ajak mereka untuk membeli celana dalam yang lucu dan menarik seperti celana dalam bergambar kartun atau dengan gambar yang mereka suka. Pada saat memulai proses toilet training mulailah di siang hari terlebih dahulu biar mereka mulai terbiasa.

Tips berikutnya adalah sisihkan satu hari atau idealnya selama seminggu, dimana orang tua dan ABK bisa bersama-sama memulai proses toilet training. Dengan orang tua berada di rumah untuk memperhatikan proses toilet training anak mereka, orang tua jadi lebih mengerti kenapa ABK mereka belum mau atau belum bisa ke toilet sendiri. Membuat proses toilet training menyenangkan adalah tips berikutnya untuk memperlancar proses toilet training ABK. Salah satu contoh kegiatan menarik pada proses toilet training antara lain dengan membeli tempat duduk toilet bergambar, atau bahkan kalau bisa mempunyai gambar yang sama dengan celana dalam yang mereka kenakan. Bernyanyi, berdansa, menaruh balon atau bahkan membuat pesta pada saat ke kamar mandi adalah beberapa kegiatan menyenangkan lainnya untuk toilet training.

Satu yang terutama adalah memfokuskan toilet training yaitu untuk buang air kecil dahulu. Biasanya pada saat ABK sudah terbiasa buang air kecil di toilet, maka mereka akan buang air besar sendiri di toilet. Jika ada kejadian dimana mereka buang air di luar toilet, orang tua harus mengajarkan untuk mengucapkan kata-kata seperti “saya mau ke toilet” di tempat terjadinya kecelakaan. Tips berikutnya adalah jika ABK takut mendengar bunyi siraman air WC atau bunyi wastafel, maka bisa menunggu ABK keluar dari toilet dulu sebelum menyiram WC atau menggunakan tisu basah untuk mencuci tangan mereka.

Tips terakhir khusus untuk ABK untuk non-verbal adalah menggunakan Augmentive Alternative Communication (AAC) seperti kartu bergambar atau tablet untuk mengidentifikasikan pada saat mereka ingin ke toilet. Sekali lagi yang penting untuk diingat adalah jangan memaksakan proses toilet training, tunggu sampai ABK dan juga orang tua agar siap supaya mendapatkan hasil yang optimal.

0 COMMENTS