Others

Kenapa Anak-anak Cenderung Lebih Mudah Sakit?

2020-07-16
Sebagai orangtua tentunya pernah terlintas berbagai macam pertanyaan seputar anak seperti kenapa anak sering sakit? Apakah anak sering sakit adalah hal yang normal? Perlukah membawa anak saya ke dokter saat sakit?

Sebagai orangtua tentunya pernah terlintas berbagai macam pertanyaan seputar anak seperti kenapa anak sering sakit? Apakah anak sering sakit adalah hal yang normal? Perlukah membawa anak saya ke dokter saat sakit? Pertanyaan tersebut seringkali membuat orangtua bingung dalam menentukan sikap. Belum lagi orangtua sudah terbiasa melihat anak-anak mereka sakit ringan hampir setiap bulan terutama kondisi anak pada saat bangun pagi cenderung sering beringus.

Kunjungan ke dokter anak pun menjadi kegiatan rutin bagi orangtua terutama bagi orangtua yang sangat cemas dengan kondisi anaknya. Bagi orangtua yang mudah cemas dengan kondisi anaknya biasanya ingin segera menemui dokter. Namun, saat ini orangtua diberikan kemudahan untuk berkonsultasi tanpa harus selalu bertatap muka, cukup dengan berkonsultasi via online dengan dokter. Oleh karena itu, sebelum cemas yang berlebihan sebagai orangtua perlu mengetahui alasan dan tanda-tanda yang harus dikhawatirkan saat anak sakit sebagai berikut:

Flu (Common Cold)

Penyakit ini adalah penyakit yang sering dialami oleh anak-anak dan biasa dikenal dengan nama flu. Ciri-cirinya adalah anak mengalami sakit tenggorokan, demam, hidung mampet dan beringus. Perlu diketahui walaupun sering dikenal dengan nama flu, penyakit ini berbeda dengan penyakit influenza yang lebih serius. Ada lebih dari 100 virus yang dapat menyebabkan penyakit ini. Anak-anak yang memiliki alergi pada saluran pernapasan bagian atas juga lebih rentan untuk terjangkit penyakit ini. Hal yang perlu diperhatikan jika anak terjangkit penyakit ini adalah jika terjadi demam yang berkelanjutan lebih dari 5 hari, kesulitan bernapas dan penyakit flu yang berlangsung lebih dari 10 hari.

Jika anak-anak menunjukkan gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua agar bisa mengurangi resiko anak terjangkit penyakit ini, antara lain pastikan anak-anak mendapatkan tidur yang cukup, mengonsumsi cukup buah-buahan dan sayur-sayuran serta hindari merokok di rumah.

Infeksi Telinga

Penyakit ini juga merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Infeksi telinga terjadi ketika bakteri atau virus menyebabkan infeksi di dalam telinga (biasanya pada bagian tengah telinga, di belakang genderang telinga). Akibatnya adalah terjadi pembengkakan di bagian telinga tersebut. Jika pada 2 tahun sekali bayi hingga anak berusia 3 tahun terkena infeksi telinga maka kondisi tersebut dianggap normal. Namun jika anak mengalami demam dan nyeri telinga lebih dari 2 hari maka segeralah mengunjungi dokter.

Anak-anak lebih rentan terhadap infeksi telinga dikarenakan Eustachian Tube (bagian telinga yang bertugas membersihkan telinga) mereka lebih pendek, tipis dan lebih horizontal dimana meyebabkan kotoran telinga lebih sulit keluar. Infeksi telinga juga dapat lebih cepat berkembang jika seorang anak mengalami sakit flu. Hal tersebut dikarenakan pada saat anak terkena flu maka cairan akan timbul dan terperangkap dalam telinga. Cairan ini kemudian menjadi tempat yang baik untuk bakteri dan virus berkembang sehingga menyebabkan infeksi pada telinga.

Jika anak-anak mengalami infeksi telinga disarankan untuk tidak terburu-buru memberikan antibiotik, sebaiknya orangtua menunggu sekitar 48-72 jam terlebih dahulu. Kemudian perhatikan dengan seksama apakah anak mengalami nyeri atau tidak dan berikan obat penurun panas jika anak mengalami demam. Menurut para ahli kebanyakan anak tidak memerlukan antibiotik untuk sembuh dari penyakit ini. Selain itu, terlalu banyak menggunakan antibiotik menyebabkan pengobatan antibiotik untuk penyakit yang lebih serius menjadi kurang efektif.

Diare

Diare merupakan penyakit yang cukup umum di Indonesia. Pada dasarnya penyakit diare adalah infeksi perut yang bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Rotravirus adalah penyebab paling sering dari diare. Selain itu diare yang disebabkan oleh virus sangat menular terutama di sekolah dan di rumah. Sekali atau dua kali menderita diare dalam setahun merupakan suatu kondisi yang normal bagi anak-anak. Namun, jika diare berlangsung lebih dari 5 hari maka segeralah berkonsultasi dengan dokter karena hal ini bisa menyebabkan dehidrasi bagi anak-anak. Selain disebabkan oleh virus atau bakteri, diare juga bisa disebabkan oleh alergi biasanya alergi terhadap buah atau produk susu (dairy product). Ada beberapa hal yang bisa orangtua lakukan untuk menjaga anak mereka agar tidak tertular, antara lain dengan selalu menjaga kebersihan, mengonsumsi probiotik seperti yogurt dan makanan dengan serat yang tinggi.

Muntah

Untuk anak-anak terutama balita, muntah 2 – 3 kali per tahun adalah sesuatu yang normal. Hal ini disebabkan karena sistem pencernaan mereka belum berkembang dengan sempurna. Namun, jika anak-anak muntah beberapa kali dalam sehari maka hal ini menunjukkan adanya masalah di saluran pencernaan yang bisa disebabkan oleh infeksi, keracunan makanan atau stres. Jika orangtua merasa khawatir maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis pencernaan anak (gastroenterologist).

Pneumonia

Di zaman COVID-19 ini, penting untuk mengetahui perbedaan COVID-19 dengan pneumonia karena pneumonia merupakan salah satu gejala dari COVID-19. Pneumonia adalah infeksi dan pembengkakan pada kelenjar udara di paru-paru. Sebanyak 13% dari kasus pneumonia terjadi pada anak-anak dibawah 2 tahun. Anak-anak yang mengalami pneumonia sekali dalam setahun masih dianggap sesuatu yang normal, tetapi jika terjadi lebih dari sekali maka secepatnya berkonsultasi dengan dokter. Menurut Raj Padman MD chief officer divisi pulmonology, kasus pneumonia yang terjadi berulang kali bisa disebabkan oleh masalah lain seperti asma, gastroesophageal reflux atau yang lebih dikenal dengan GERD, cystic fibrosis, masalah neurological atau masalah imunitas. Di zaman COVID-19 ini, sebaiknya jika anak-anak memiliki gejala pneumonia maka segeralah berkonsultasi dengan dokter.

0 COMMENTS