Fitness

Pentingnya Konsistensi Dalam Olahraga

2016-09-29
Pentingnya konsistensi dalam olahraga - Salah satu instruktur fitnes di Surabaya, Julius Hendrawan mengatakan bahwa kalau ada orang malas untuk berolahraga, suruh investasikan uangnya ke dalam gym, niscaya dia akan datang setiap minggunya.

Itulah kalimat pembuka yang dikatakan oleh Julius yang sudah 15 tahun menjadi instruktur fitnes di Surabaya Selatan. Julius memang bukan tipikal pria yang bertubuh gempal. Tubuhnya cenderung gemuk dan tampak besar, tetapi itu tidak terlihat ketika Julius memakai baju gym sehari-harinya. Mulai dari lengan sampai perutnya sangat atletis. “Ini adalah buah dari konsistensi berolahraga,” buka Julius dalam wawancara ini.

Banyak orang yang memang malas berolahraga. Pertama karena tidak ada waktu, kedua tidak ada uang sampai alasan untuk gampang capek ketika berolahraga. Dan lucunya semua ini pernah dialami oleh Julius.

“Ketika saya pertama kali mencoba olahraga sepakbola, saya rasanya mau pingsan. Tetapi bukan itu inti olahraga, saya harus tahu teknik sepakbola dulu. Pertama saya harus belajar lari,”

Julius mengatakan bahwa olahraga sebenarnya bukan kegiatan yang sederhana. Olahraga adalah kegiatan yang kompleks dan rumit. Anda harus memakai pakaian olahraga agar gampang bergerak, lalu pemanasan 10 menit agar tidak cedera. Belum lagi kalau olahraga tenis atau golf harus membeli peralatan dan menyewa tempat. Tetapi itulah esensi dari olahraga atau seni dari olahraga. Olahraga membutuhkan sesuatu usaha untuk mendapatkan rasa kenyamanan ketika melakukannya.

“Saya belajar lari dulu sebelum bergabung sepakbola bersama teman-teman. Setelah lari saya kuat, baru saya ikut sepakbola,”

“Saya seperti gym, saya angkat barbel 5 kilo dulu. Sekarang saya minimal 25 kilo di tangan kiri”

Untuk mendapatkan hasil seperti sekarang, Julius tentu tidak berolahraga seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali. Dulu Julius hampir menghabiskan masa mudanya untuk berolahraga. Tetapi ternyata konsistensi yang berlebihan ini tidak baik.

“Konsistensi itu bukan setiap hari berolahraga agar badan kita bagus atau agar kita mahir dalam olahraga tertentu. Atau bahkan kita tidak perlu konsisten belajar setiap hari untuk pintar. Konsisten ialah seimbang dalam mengerjakan sesuatu. Ngegym ya seminggu 3 kali cukup, tidak perlu setiap hari. Kan hidup kita isinya tidak ke gym melulu”

Julius sangat benar, yang dimaksud dengan konsistensi adalah bagaimana kita bisa membagi waktu, tidak ada yang berlebihan. Ketika berangkat ke kantor ya berangkat ke kantor, ketika bermain ya bermain. Dan ketika waktunya pergi berolahraga ya saatnya berolarhaga. Bahkan seorang atlet sepakbola pun harus beristirahat sebelum pertandingan agar tidak jenuh.

Kembali lagi ke penjelasan Julius di awal, kenapa kita harus menginventasikan uang kita ke dalam gym? Ternyata ketika beban uang kita di dalam gym dan kita tidak memanfaatkannya, kita akan merasa menyesal. Naluri untuk berangkat ke gym akan lebih besar ketika kita sudah membayar beban bulanan di awal bukan?

0 COMMENTS