Mom & Kids

“MELABEL” ANAK

2017-07-24
Sebagai orang tua kadang tidak menyadari atau bahkan secara sadar memberi label dan mengklasifikasi anak yang sebenarnya dapat berdampak buruk terhadap perkembangan anak.

Sebagai contoh dengan menentukan umur anak kapan harus bisa berjalan, bisa bicara, anak harus bisa menulis dan membaca pada umur tertentu. Kemudian jika anak tidak memenuhi target tersebut seringkali kita dengan cepat melabel anak kita memiliki kekurangan seperti autis, ADHD dll. Efeknya adalah orang tua akan memaksakan anak agar tidak termasuk dalam kategori tersebut dan membuat tekanan yang besar untuk anak karena merasa kekurangan.

Kita tidak bisa menyangkal bahwa ada beberapa keterlambatan atau kekurangan yang mungkin dapat terjadi pada anak kita, namun sudah seharusnya sebagai orang tua, sebaiknya menghadapi keterlambatan atau kekurangan tersebut sebagai proses pertumbuhan anak bukan sebagai penyakit. Karena tanpa disadari sekarang kita sering melihat autism, ADHD, speech delay, dll sebagai penyakit yang harus disembuhkan. Sehingga menyebabkan tekanan yang sangat besar pada orang tua dan anak yang dikategorikan mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya. Perlu ditanamkan pada setiap orangtua bahwa semua anak memilik karakter dan pertumbuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, orang tua harus dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anak tersebut, bukan memaksa anak untuk sesuai dengan satu standar atau label tertentu. Fokus kita sebagai orang tua yaitu lebih kepada bagaimana anak tersebut dapat tumbuh sehat bukan dengan memberi label pada anak.

0 COMMENTS