Mom & Kids

Meltdown versus Tantrum

2020-11-19
Kebanyakkan orang jika melihat kata-kata meltdown atau tantrum berpikir dua kata ini mempunyai arti yang sama.

Pada kenyataanya dua kata ini mempunyai arti yang sangat berbeda. Sebelum membicarakan perbedaan antara tantrum dengan meltdown, penting bagi kita terutama kerabat ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) untuk bisa membedakan antara tantrum dengan meltdown. Mengetahui perbedaan ini penting karena strategi untuk menghadapi masing2 kejadian sangatlah berbeda. Ditambah lagi ABK hampir tidak pernah mengalami tantrum melainkan meltdown, jadi apakah perbedaan antara meltdown atau tantrum. Tantrum pada dasarnya dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sebagai contoh seorang anak2 akan ngambek atau marah2 jika mereka tidak mendapatkan yang mereka inginkan atau ingin mencari perhatian orang tua. Biasanya jika mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan maka tantrum pun akan berhenti. Pada kasus meltdown sering kali terjadi tanpa sengaja & biasanya  terjadi Ketika ABK merasa frustrasi dikarenakan mereka mengalami pengalaman sensorik yang berlebihan seperti bunyi yang terlalu keras, cahaya yang terlalu terang atau faktor lainya.

Satu contoh yang dapat menyebabkan meltdown adalah Ketika seorang ABK pergi ke taman hiburan & mengalami kelebihan informasi atau sensorik yang disebabkan oleh pemandangan, suara atau bau berlebihan untuk dapat di proses oleh ABK alhasil mereka mengalami meltdown. Satu contoh lagi yang dapat menyebabkan meltdown adalah Ketika ABK harus membuat keputusan dari beberapa opsi yang diberikan kepada mereka seperti harus membuat keputusan baju apa yang harus mereka pakai hari ini.

Menurut beberapa ahli meltdown merupakan respon lari atau melawan (fight or flight response) yang di akibatkan Ketika ABK dihadapi sesuatu yang menakutkan secara mental atau fisik bagi mereka. Satu hal yang dapat membedakan antara meltdown dengan tantrum adalah meltdown tidak berhenti walaupun mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan tetapi biasanya mereka merasa bersalah setelah mengalami episode meltdown. Meltdown biasanya akan berhenti Ketika seorang ABK sudah terlalu lelah akibat meltdown, menemukan atau ABK dibawa ke tempat yang tenang bagi mereka atau Ketika kita merubah cara kita menghadapi meltdown dengan cara yang menenangkan mereka.

Ketika seorang anak mengalami tantrum biasanya mereka menginginkan sesuatu yang tidak baik bagi mereka atau meminta sesuatu yang belum waktunya seperti meminta eskrim sebelum makan. Untuk mengahadapi tantrum orang tua harus mengakui atau menvalidasi apa yang mereka inginkan tetapi tidak memberikan yang mereka mau sampai orang tua mengizinkan. Sebagai contoh jika seorang anak menginginkan eskrim sebelum makan maka orang tua bisa berkata “saya mengerti kamu mau eskrim tetapi harus makan dulu biar perut tidak sakit”. Sehabis itu mungkin orang tua bisa berkata “kalau kamu sudah tidak marah lagi, kamu boleh meminta eskrim apa yang kamu mau setelah makan.” Untuk menghadapi meltdown tidak semudah itu karena sering kali mereka melakukan tanpa sengaja.

Langkah pertama adalah membawa ABK ke tempat yang tenang. Tempat yang tenang memberikan kesempatan kepada otak ABK untuk memproses informasi sensori yang mereka terima. Sebagai orang tua atau kerabat yang bisa dilakukan di tempat ini adalah menenangkan mereka tetapi penting untuk diingat jangan terlalu bicara atau memberikan sensori berlebihan yang dapat menyebabkan meltdown lagi. Hal ini bukan hal yang mudah untuk diterapkan apa lagi jika kita menghadapi anak kita sendiri Ketika kita sebagai orang tua sedang mengalami stress akibat dari perkerjaan atau faktor lainya.

Hal yang penting untuk diingat adalah ABK atau anak2 tidak jauh berbeda dengan kita dimana jika terjadi sesuatu pada kita yang kurang mengenakkan atau kita tidak dapat apa yang kita mau maka kita akan mengalami hal yang sama, cari tahu apa yang dapat membuat mereka tidak nyaman & sebisa mungkin jauhkan mereka dari hal tersebut.

0 COMMENTS