Mom & Kids

Menjadi Orang Tua Bijak Saat Anak Menginjak Remaja

2016-10-15
Menjadi orang tua bijak dalam mendidik anak saat anak menginjak remaja - Banyak sekali orang tua yang khawatir dengan maraknya anak muda yang sedang naik daun, tetapi tidak mencerminkan sesuatu yang baik.

Televisi mungkin sudah menjadi contoh yang kurang bagus untuk perkembangan anak, sekarang malah YouTube yang banyak menampilkan sesuatu yang hampir bisa dibilang buruk. Bagi sebagian orang tua, cara mendidik anak yang baik adalah salah satu pondasi bagaimana membuat karakter anak ketika menginjak remaja nantinya.

Anak remaja sekarang tentu tidak bisa dipisahkan dengan internet. Apapun yang ada di luar sana, bisa dijangkau di internet. Kita bisa berhubungan secara face to face dengan orang yang berada jauh di luar sana, kita juga bisa melihat secara langsung apa yang terjadi di belahan dunia lain, semua karena internet. Dalam artikel kali ini, ada 2 orang nara sumber yang akan menjawab pertanyaan kita, bagaimana cara menjadi orang tua bijak dalam mendidik anak, khususnya di era milenium sekarang ini.

Ada psikolog yang baru berumur 29 tahun, yaitu Haris Huraira Irsyad. Psikolog lulusan S1 dan magister salah satu universitas terkemuka di Malang ini mengatakan bahwa di dalam era teknologi sekarang ini bisa seperti pisau bermata dua. Internet akan menjadi sangat bermanfaat dan bisa jadi sangat menakutkan.

“Jika kita tidak membatasi dan tegas terhadap internet, maka anak bisa jadi brutal karenanya. Tapi ada kadarnya sendiri-sendiri, tergantung tipe orang tua mendidik anak,” buka Haris dalam diskusi ini.

Selain Haris, ada Felia Yuniarti ibu 2 anak ini yang sedang pusing-pusingnya karena sang anak sangat gemar sekali menonton YouTube. Bahkan waktu belajarnya sering terganggu.

Cara mendidik anak

Cara mendidik anak ada bermacam-macam. Menurut Haris, jika anak dibiarkan bebas tanpa pantauan, maka dirinya akan merasa berkuasa. Mengajarkan anak untuk menghargai orang tua harus ditanamkan sejak kecil, sehingga ketika remaja anak bisa terbiasa dengan kondisi seperti itu.

Dalam kasus Felia ini, Haris menambahkan bahwa ketegasan dan komunikasi harus segera dibangun. Mengatakan mana yang prioritas dan mana yang bukan bisa membuat anak akan mengerti.

“Ada kalanya kita tegas terhadap anak, Tetapi kita sendiri harus mencontohkan hal baik. Jangan memarahi anak tetapi kita sendiri suka mainan handphone,”

Felia langsung menambahkan, kebebasan yang diberikan kepada anaknya karena tidak ingin daya kreativitasnya terbatasi. Tapi Felia sadar bahwa yang dilakukannya kurang benar, jadi sekarang anak yang sekarang duduk di bangku SMA kelas XII malah terlalu bebas.

“Saya sudah membatasi internet, tetapi sepertinya terlambat. Sekarang tiada hari tanpa internet,” ujar Felia menyesal.

 

 

Haris langsung menimpali, tips mendidik anak pada saat remaja ini memang gampang-gampang susah. Yang harus dilakukan pertama kali adalah tegas dan komunikasi terus menerus. Pendampingan orang tua akan menjadikan anak tidak sendirian. Harus ada figur yang dekat dengan sang anak, tidak perlu kedua orang tua, bisa salah satu.

“Tips terakhir dari saya, internet bukan musuh. Cara penggunaan internet yang menjadikan internet jadi musuh. Membebaskan anak bermain internet bukan berarti tidak membatasi. Buat peraturan tegas dan sesekali berikan reward and punishment,” tutup Haris. Demikian menjadi orang tua bijak dalam mendidik anak saat anak menginjak remaja.

0 COMMENTS