Others

Mengenal Penyakit Autoimmune

2020-09-16
Akhir-akhir ini banyak orang terutama wanita mengeluhkan terjangkit penyakit autoimmune.

Bagi yang terkena penyakit ini mereka menyebutkan gejala penyakit ini sangat menganggu kegiatan mereka sehari-hari, bahkan beberapa orang merasa kesakitan walaupun secara fisik tidak mengalami masalah. Sebetulnya apakah yang dimaksud dengan penyakit autoimmune ini? Pada intinya, penyakit autoimmune adalah penyakit yang menyebabkan sistem imun tubuh menyerang sel tubuh yang sehat. Pada kondisi normal, sistem imun tubuh akan mengirimkan sel darah putih untuk melawan bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Jika seseorang mengidap penyakit autoimmune maka sel darah putih tidak bisa membedakan antara sel yang sehat dengan virus atau bakteri.

Beberapa tipe penyakit autoimmune hanya menyerang satu organ tubuh saja seperti Diabetes Tipe 1 yang hanya menyerang pancreas, sementara penyakit autoimmune lain seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE) memengaruhi seluruh tubuh. Alasan kenapa sistem imun tubuh bisa seperti ini, para ahli pun masih belum benar-benar memahami alasannya. Selain itu menurut penelitian yang dilakukan di tahun 2014, wanita cenderung lebih mudah terjangkit penyakit ini (perbandingannya hampir 2:1 jika dibandingkan dengan laki-laki). Penyakit autoimmune pada wanita biasanya timbul pada rentang usia subur (child bearing years) antara 15-44 tahun. Penyakit autoimmune juga ada yang sifatnya turunan keluarga seperti Multiple Scelerosis dan Lupus. Sebagian penyakit autoimmune juga cenderung lebih mudah terjangkit pada ras tertentu, sebagai contoh lupus lebih banyak terjadi pada keturunan ras Afrika & Latin.

Apapun tipe penyakit autoimmune yang ada pada seseorang biasanya ada beberapa gejala yang mirip seperti rasa letih, nyeri otot, pembengkakkan, susah konsentrasi, rambut rontok, gatal-gatal, demam, rasa kebal serta kesemutan pada tangan dan kaki seseorang. Jika merasakan gejala seperti ini maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Selain yang sudah disebutkan di atas seperti Diabetes Tipe 1, lupus dan Multiple Scelerosis, ada beberapa penyakit autoimmune lainya antara lain penyakit Sjogren, Arteritis sementara, Irritable Bowel Syndrome, Psiorasis dan penyakit Coeliac. Jika seseorang memeriksakan gejala penyakit autoimmune ini ke dokter, biasanya dokter tersebut akan mengarahkan kepada dokter spesialis. Sebagai contoh jika seseorang mengalami gejala Irritable Bowel Syndrome (gangguan pencernaan akibat gangguan immune) maka mereka akan diarahkan kepada dokter internis, atau jika seseorang mengalami penyakit Psiorasis (penyakit kulit akibat gangguan immune) maka mereka akan diarahkan ke dokter ahli kulit.

Untuk memastikan apakah seseorang mengidap penyakit autoimmune atau tidak maka dokter akan melaksanakan beberapa tes. Sebagai contoh mungkin dokter akan melakukan tes darah, tes fisik serta tes kultur. Sayang sekali belum ada satu obat pun untuk menyembuhkan penyakit autoimmune ini, tetapi untungnya ada beberapa perawatan yang dapat mengurangi gejala atau rasa sakit akibat penyakit ini. Untuk mengurangi gejala atau rasa sakit maka seorang dokter akan meresepkan obat non steroid anti inflammatory seperti ibuprofen atau naproven. Obat lainya yang biasa diresepkan adalah obat pengurang imun (immune suppressing drugs) yang dapat mengurangi rasa sakit, bengkak, keletihan serta ruam. Selain obat dan perawatan dari dokter, menjaga pola makan dan olah raga yang teratur juga dapat membantu.

0 COMMENTS