Others

Mengonsumsi Alkohol: Baik atau Buruk Bagi Tubuh Kita?

2020-12-24
Hal ini sering menjadi perdebatan karena dari masing-masing pihak mempunyai bukti yang mendukung argumentasi mereka.

Sebelum kita mulai ada baiknya kita mengerti terlebih dahulu apa efek dari mengonsumsi alkohol pada tubuh kita. Pada saat kita mengonsumsi alkohol, maka ia akan langsung diserap oleh darah kita dimana sebanyak 20% dari alkohol tersebut akan berakhir di bagian perut dan 80% akan berakhir di usus kecil kita. Biasanya efek dari mengonsumsi alkohol akan terasa di kisaran antara 5–10 menit setelahnya, serta efeknya akan hilang dari tubuh antara rata-rata 30–90 menit kemudian.

Efek dari mengonsumsi alkohol antara lain mood seseorang akan berubah secara drastis, mempengaruhi kemampuan berpikir, berkurangnya kemampuan koordinasi tubuh, serta bahkan bisa menghilangkan kesadaran seseorang secara temporer. Sementara di lain pihak, beberapa orang yang mengklaim bahwa mengonsumsi alkohol seperti anggur (wine) secara tidak berlebihan dapat mengurangi risiko berkembangnya penyakit jantung, ischemic stroke (penyumbatan pembuluh darah di otak) serta mungkin mengurangi risiko diabetes. Dengan adanya dua pendapat yang berbeda ini, mana yang benar menurut para ahli?

Tentunya para ahli setuju kalau keuntungan yang bisa didapat dari mengonsumsi alkohol adalah saat mengonsumsinya secara tidak berlebihan. Mereka juga mengatakan bahwa keuntungan yang diklaim ini adalah didasarkan dari orang-orang yang sehat dan berusia muda yang mungkin gemar mengonsumsi alkohol secara moderat. Sehingga ada kemungkinan bahwa keuntungan yang diklaim ini bukan berasal hanya dari mengonsumsi alkohol, tetapi juga dari kebiasaan hidup sehat mereka seperti berolah raga secara teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat.

Kerugian dari mengonsumsi alkohol akan lebih terasa atau terlihat lebih jelas pada saat seseorang mengonsumsinya secara berlebihan. Beberapa efek negatif dari mengonsumsinya secara berlebihan antara lain meningkatnya risiko kanker seperti kanker payudara, mulut, liver dan perut. Begitu juga dengan risiko terjangkit penyakit jantung, darah tinggi serta stroke adalah beberapa efek negatif lainnya. Secara psikologis mengonsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat merusak hubungan dengan keluarga dan kerabat, bisa menyebabkan depresi, bahkan pada sebagian kasus dapat menjurus kepada bunuh diri. Alkohol juga berkontribusi besar pada kecelakaan di jalan dimana seseorang yang dalam kondisi tidak sadar diri memaksa mengendarai kendaraan bermotor sehingga menyebabkan banyak terjadinya kecelakaan fatal.

Setelah melihat banyaknya kerugian dari mengonsumsi alkohol dibandingkan dengan keuntungannya, maka apakah sebaiknya kita berhenti mengonsumsi alkohol sama sekali? Jawabannya adalah kembali pada pernyataan dimana para ahli belum tahu pasti secara holistik atau keseluruhan akan efek positif maupun negatif dari mengonsumsi alkohol secara moderat. Menurut para ahli jika seseorang dalam keadaan yang sehat serta dapat meminum alkohol dengan bertanggung jawab, maka tidak ada salahnya mereka mengonsumsi alkohol secara tidak berlebihan.

0 COMMENTS