Psychology

Narsis

2021-05-24
Narsis adalah satu kata yang sudah kita kenal dengan baik, bahkan seringkali menjadi kata gurauan.

Kebanyakan dari kita mengerti kalau orang narsis itu adalah orang yang mencintai diri sendiri, sering berkaca atau senang difoto. Namun pada kenyataanya narcissism atau lebih dikenal dengan narsis merupakan kelainan psikologis yang sangat kompleks. Menurut para ahli, narcissism berada di spektrum dari yang biasa kita kenal misalnya senang berkaca atau membicarakan diri mereka sendiri, sampai di sisi spektrum lainnya seperti mereka tidak mau dikritik dan sering kali menjatuhkan atau menjelek-jelekkan orang lain. Karakteristik yang terakhir ini dikenal sebagai narsis ekstrim (Narcissistic Personality Disorder atau NPD).

Orang yang mempunyai kelainan NPD biasanya hanya sedikit mempunyai atau bahakn tidak punya rasa empati ,ditambah lagi mereka sering kali mengeksploitasi orang-orang yang ada di dekat mereka demi keuntungan diri sendiri. Pada beberapa kasus bahkan mereka akan mengguanakan kekerasan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. NPD biasanya lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan, dengan rasio sebanyak 50 – 75% kondisi ini terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan.

Menurut para ahli tidak semua orang narsis mengalami NPD, bahkan sebagian besar orang yang narsis terlihat penuh karisma serta sangat ramah. Ini adalah jenis pertama dari narsis yaitu tipe Narsis Grandois. Tipe yang kedua yaitu Narsis Rentan biasanya memiliki karakter yang sangat tidak percaya diri, depresif dan sangat sensitif jika merasa tersinggung. Grup ini tergolong narsis karena mereka merasa bahwa berhak mendapatkan perhatian khusus dibandingkan yang lain walaupun mereka tidak percaya diri. Tipe narsis ini sangat susah dikenali karena mereka tidak mau menonjol tidak seperti tipe Narsis Grandois yang ingin selalu menjadi perhatian. Biasanya narsis golongan ini akan berakhir dalam sesi terapi karena mereka tidak malu meminta bantuan untuk menghadapi masalah mereka.

Dalam pekerjaan, orang narsis malah justru bisa menjadi pemimpin yang efektif karena mereka selalu mempunyai visi yang besar serta bisa menginspirasi rekan kerjanya untuk mencapai visi tersebut, terutama bagi mereka yang tergolong narsis Tipe Grandois. Masalahnya adalah biasanya orang narsis akan selalu memikirkan dirinya sendiri dibandingkan kepentingan perusahaan atau rekan kerjanya, sehingga mereka tidak bisa dipercaya.

Di saat menjalin hubungan, orang narsis di awal hubungan akan tampak sangat ramah dan baik. Namun bisa jadi pada akhirnya kepribadian mereka akan berubah 180 derajat sehingga pasangan mereka akan dianiaya secara emosional, karena orang narsis akan memaksa pasangan mereka untuk selalu menjalankan apa yang mereka mau. Jika seseorang mau menjalankan atau sedang menjalankan hubungan dengan orang narsis, tanyalah pada diri sendiri apakah yang kalian dapatkan dari hubungan ini. Jika jawabannya tidak memuaskan, maka sebaiknya akhiri hubungan tersebut.

Ada sebagian dari orang narsis yang dikenal sebagai narsis bullying dan mereka ini termasuk yang sangat merugikan orang lain. Sedapat mungkin sebaiknya kontak dengan orang ini diminimalisasikan, karena mereka bisa sangat menyakiti kita. Untungnya kondisi narsis bisa diterapi, tetapi mereka tidak bisa dipaksakan untuk berubah melainkan harus dimotivasi untuk mulai melakukan perubahan pada diri sendiri.

0 COMMENTS