Others

Nggak Tau Penyebabnya, yang Penting Diobatin

2018-02-18
Di tahun 2015, saya mengalami pembengkakan di daerah leher. Awalnya sih kecil, tapi lama-lama mulai ganggu dan bikin leher pegel.

Setelah saya cek ke dokter (yang cuma dipegang-pegang bagian leher saya dan dipencet-pencet bagian yang bengkak) katanya saya mengalami pembengkakan kelenjar getah bening dan langsung ditawarin untuk operasi. Saat saya tanya penyebab kenapa bisa bengkak, dokternya cuma bilang kalo penyakit ini umum terjadi dan alasannya bisa macem-macem. Karena saya takut buat dioperasi dan pengen tau penyebabnya, akhirnya saya minta alternatif lain selain dioperasi. Dokter menyarankan untuk melakukan biopsi jarum suntik untuk mengambil sebagian jaringan dan diperiksa di laboratorium.

Nggak lama setelah saya melakukan biopsi, bengkak di leher saya pecah dan keluar perkejuan gitu, bentuknya putih nggak seperti nanah. Karena panik, saya langsung ke dokter yang memang memeriksa saya. Setelah dibersihin (bengkak saya dipencet seperti cara mecahin bisul). Luka saya sengaja dibuat terbuka, katanya biar perkejuannya nanti keluar semua.

Setelah hasil lab keluar, saya dinyatakan TB Kelenjar. Saya diharuskan minum obat selama 6 bulan. Setelah 6 bulan barulah saya dapat melihat hasilnya, apakah kelenjar saya tetap bengkak atau tidak. Saat saya tanya kenapa saya bisa kena TB kelenjar, dokter nggak ngasih jawaban yang memuaskan. Dokter hanya bilang kalau memang banyak orang yang terkena hal yang serupa.

Akhirnya setelah 1 tahun saya rutin minum obat, kelenjar saya udah nggak bengkak lagi, udah nggak ngeluarin perkejuan lagi dan lukanya juga udah kering dan tertutup. Misteri yang sampe sekarang menghantui saya adalah kenapa saya bisa kena TB kelenjar ya?

Mungkin di sini ada yang pernah ngalamin juga dan punya jawabannya?

0 COMMENTS