Fitness

Haruskah Kita Berolahraga Saat Sedang Sakit?

2016-10-14
Bagi Anda yang rutin berolahraga setiap hari, tubuh pasti akan terasa sakit ketika Anda absen olahraga selama beberapa hari, baik itu fitness di gym atau hanya olahraga lari pagi di sekitar kompleks perumahan.

Tetapi, bagaimana jika Anda jatuh sakit? Umumnya, Anda akan diminta untuk bed rest selama beberapa hari, tetapi tubuh yang terbiasa dengan olahraga rutin pasti “gatal” untuk bergerak. Haruskah Anda tetap berolahraga lari saat sedang sakit?

 

Perhatikan Kondisi Tubuh

Anda tentu tahu bahwa olahraga membawa dampak baik bagi kesehatan, tetapi bagaimana pun juga, tubuh tetap butuh waktu untuk beristirahat. Sebelumnya, perlu diingat bahwa ada perbedaan mendasar antara berolahraga dan menggerakkan tubuh secara fisik. Olahraga rutin yang memiliki struktur tertentu, di mana Anda bernapas dengan berat, berkeringat, dan membuat tubuh terasa sangat lelah, akan membangkitkan respon stres di dalam tubuh. Ketika sehat, tubuh Anda dapat dengan mudah beradaptasi dengan stres tersebut. Bahkan proses adaptasi inilah yang membuat Anda bisa lebih sehat dan kuat dari waktu ke waktu.

 

Namun, ketika sakit, stres dalam tubuh yang disebabkan oleh olahraga dapat menjadi sesuatu yang “berlebihan” untuk diatasi sistem imun. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa terus tidur-tiduran selama beberapa hari, apalagi jika sakit yang diderita “hanya” batuk atau pilek biasa, di mana sebenarnya Anda masih bisa bergerak secara leluasa.

 

Anda bisa mengikuti aturan sederhana yang dikatakan oleh Keith Veselik Direktur Perawatan di Loyola University Health System, melalui Liputan6.com. Jika gejala sakitnya terasa di atas leher, seperti pilek atau tenggorokan, tidak masalah bagi Anda untuk tetap latihan berolahraga. Tetapi jika Anda demam, sesak napas, diare, atau muntah, sebaiknya Anda beristirahat di tempat tidur.

 

Bolehkah Tetap Berlari Ketika Sakit?

Kabar baiknya, berlari, atau lebih tepatnya jogging, menjadi salah satu jenis olahraga yang bisa Anda lakukan ketika sakit. Jogging tidak menuntut Anda untuk melakukan berbagai gerakan yang berat. Sebagai opsi lain, Anda juga bisa olahraga lari di tempat menggunakan treadmill, baik di rumah maupun tempat gym.

 

Tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika kamu berolahraga lari ketika sakit, mengingat bahwa kondisi tubuh Anda lebih lemah daripada biasanya. Selama masih bisa bernapas dengan mudah ketika dan setelah berlari, kemungkinan besar aktivitas olahraga larim Anda tidak akan terganggu. Tetapi, pastikan agar Anda tidak berlari secara intens. Sebagai tips olahraga lari, setidaknya Anda harus menurunkan intensitas lari hingga 1/3 dari kecepatan normal Anda.

 

Olahraga Selain Lari Ketika Sakit

Selain lari, masih ada beberapa jenis olahraga lain yang bisa Anda lakukan ketika sakit, yaitu berjalan santai, bersepeda dengan intensitas rendah, berenang, yoga, dan tai chi. Jenis-jenis olahraga tersebut tidak terlalu intens dilakukan ketika sakit sehingga tidak membuat sistem imun bekerja secara berlebihan untuk mengatasi stres yang ditimbulkan dalam tubuh. Bahkan sebenarnya aktivitas tersebut, termasuk lari, terbukti mampu meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit. Riset menunjukkan bahwa latihan yang dilakukan secara rutin mampu menstimulasi imun dalam tubuh.

 

Masih ragu untuk berolahraga lari ketika sakit? Semoga penjelasan di atas dapat memotivasi Anda untuk tetap bergerak dan membuat tubuh terus aktif melalui olahraga lari. Jangan lupa mengenakan sepatu olahraga lari untuk menopang kaki dan tubuh Anda dengan maksimal selama berolahraga.

0 COMMENTS