Others

Penyakit Pernapasan yang Serius

2020-04-14
Apabila mendengar seseorang mengidap penyakit asma pastinya terasa tidak asing lagi. Hal inilah yang menjadikan masyarakat kadang meremehkannya

Apabila mendengar seseorang mengidap penyakit asma pastinya terasa tidak asing lagi. Hal inilah yang menjadikan masyarakat kadang meremehkannya. Sedangkan jika mengenal lebih dalam mengenai penyakit asma, walaupun dalam kondisi ringan, akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan serangan yang mengancam jiwa. Penyakit asma bisa terjadi pada siapa saja dan umur berapa saja. Biasanya kondisi ini diketahui ketika masih anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan bisa terdeteksi saat dewasa.

Penyakit asma jika tidak didiagnosa sedini mungkin bisa berakibat fatal. Untuk bisa mendiagnosanya bisa dilihat dari beberapa tanda dan gejala. Gejala pertama yang patut diperhatikan adalah kesulitan bernapas. Kemudian timbulnya rasa sakit atau sesak di dada dan kesukitan tidur akibat pernapasan bermasalah atau akibat batuk. Napas berbunyi (wheezing) merupakan tanda umum bagi penderita asma pada anak-anak. Selain itu batuk atau napas berbunyi yang bertambah parah akibat dari pilek atau influenza juga dapat menjadi ciri-ciri penyakit asma. Ada beberapa situasi yang dapat memancing timbulnya asma secara tiba-tiba seperti udara yang dingin, kering bahkan saat berolahraga. Selain itu hal seperti alergi, asap kimia, debu dan berbagai macam gas dapat memancing asma secara tiba-tiba.

Setelah mengetahui beberapa gejala dan hal yang bisa menimbulkan asma, lalu apa saja yang harus dilakukan? Hal pertama yang penting dilakukan jika Anda atau anak menunjukkan sedikit saja gejala asma adalah dengan segera mengkonsultasikan pada dokter sedini mungkin. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendeteksi. Pertama yang akan dilakukan dokter adalah menanyakan sejarah medis kondisi pasien. Beberapa contoh pertanyaannya antara lain adalah adakah riwayat asma pada keluarga? Memiliki alergi atau eczema? Apakah ketika ada debu atau polusi terdapat reaksi pada pernapasan? Atau pertanyaan lain yang dianggap perlu ditanyakan oleh dokter.

Tindakan selanjutnya adalah dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Biasanya dokter akan memeriksa telinga, mata, hidung, kulit, tenggorokan, dada dan paru-paru. Pemeriksaan dilakukan dengan alat pernapasan untuk melihat kondisi paru-paru dan sinus menggunakan alat X-ray. Setelah semua dilakukan maka dokter akan memastikan kembali dengan melakukan tes pernapasan menggunakan obat bernama bronchodilator yang dapat membuka saluran pernapasan seseorang. Dokter akan melihat reaksi sebelum dan sesudah pemberian obat. Apabila pasien merasa lebih baik setelah pemberian obat tersebut maka dokter akan mengonfirmasi bahwa pasien tersebut mengidap asma lalu akan dibuatkan rencana manajemen asma untuk mengontrol gejalanya.

Didalam rencana ini harus mencakup apa saja yang dapat memacu asma (triggers) seperti obat apa saja yang akan diresepkan untuk mengurangi gejala asma, penjelasan mengenai gejala dan daftar obat apa saja ketika asma bertambah parah. Akan dijelaskan juga mengenai gejala apa saja yang menandakan jika seseorang harus secepatnya ke dokter atau ruang darurat jika diperlukan, memberikan nomor telpon dokter dan daftar siapa saja orang yang dapat membantu jika memerlukan bantuan.

Ada beberapa obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengontrol gejala asma, salah satunya adalah bronchodilator. Obat ini akan membantu menenangkan otot di sekitar saluran pernapasan agar penderita asma dapat kembali bernapas dengan normal. Terdapat 2 tipe pada obat ini yaitu untuk jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu ada juga obat yang biasa diresepkan oleh dokter yaitu anti inflammatories/steroids/corticosteroids. Obat ini biasa berkerja dengan cara meredakan pembengkakan dan produksi mucus di dalam saluran pernapasan sehingga penderita asma dapat bernapas dengan normal kembali.

Obat-obatan yang disebutkan di atas hanya digunakan jika seseorang terserang gejala asma. Namun, jalan terbaik untuk menghindarinya adalah dengan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat memicu asma, berolahraga dengan teratur dan selalu menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi.

0 COMMENTS