Psychology

Segala Sesuatu Tentang Psychopathy

2021-04-21
Psychopath adalah kata yang sangat ditakuti banyak orang karena di televisi atau film selalu digambarkan sebagai orang yang terganggu jiwanya.

Tidak mempunyai simpati atau empati dan bahkan suka membunuh tanpa ada rasa belas kasihan dan rasa bersalah.

Apakah memang ini benar demikian? Pertama-tama film atau televisi selalu mendramatisir satu isu atau keadaan serta tidak menggambarkan seluruh kenyataan yang ada. Menurut para ahli, Psychopathy adalah kondisi kepribadian serius dimana seseorang yang mempunyai kondisi ini memiliki karakter antisosial, sering berbohong, tidak mempunyai rasa tanggung jawab, biasanya mereka sangat egois, selalu mencari kesenangan yang instan dan biasanya tidak mempunyai rasa bersalah atau empati.

Seorang psychopath selalu bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi mereka menolak untuk mengikuti aturan yang dibuat untuk negara, agama atau masyarakat mengenai hal tersebut. Salah satu pandangan masyarakat yang salah tentang psychopath adalah mereka pikir seorang psychopath sangat menyukai film atau gambar yang sadis seperti pembunuhan, dan sebaliknya mereka membenci film atau gambar yang indah serta menyenangkan. Pada kenyataannya adalah sebaliknya, mereka tidak menyukai gambar atau film yang sadis serta mereka tidak juga membenci gambar atau film yang indah atau menyenangkan.

Untuk mengetahui apakah seseorang psychopath atau bukan maka ada 2 instrumen yang digunakan oleh para ahli untuk menentukannya. Instrumen yang pertama adalah PCL-R serta instrumen yang kedua adalah Self Report yang mengambil dasar dari PCL-R. Kedua instrumen ini mengevaluasi hubungan pribadi, gaya hidup dan sifat antisosial seseorang untuk mengetahui apakah orang tersebut adalah psychopath atau tidak. Sayangnya, bahkan pada saat ini belum ada obat ataupun perawatan yang efektif untuk kondisi ini. Saat ini perawatan yang diberikan oleh para ahli untuk kondisi psychopathy adalah dengan cara mengajarkan empati atau memasukkan orang yang mengalami kondisi ini untuk tinggal di institusi kejiwaan. Jika orang yang mengalami kondisi ini membahayakan masyarakat maka mereka akan ditempatkan di penjara.

Perawatan-perawatan seperti ini tidak semuanya berhasil karena seorang psychopath sangat egois, mereka hanya mempedulikan diri mereka sendiri sehingga saat mereka dipaksa mengerti tentang empati maka mereka tidak mau mengerti karena hal tersebut sama sekali tidak menguntungkan mereka. Memasukkan mereka ke institusi kejiwaan atau penjara tidak mungkin berhasil juga karena seorang psychopath biasanya pintar dan pandai berbohong, bagaimanapun caranya mereka akan meyakinkan dokter bahwa mereka bukan psychopath atau sudah sembuh dari kondisi tersebut.

Para ahli memperkirakan ada sebanyak 1% dari masyarakat yang mengalami kondisi psychopathy. Akan tetapi menurut para ahli yang sama kondisi psychopathy adalah spektrum, sebagian besar individu berada di spektrum psychopathy ini atau dengan kata lain mereka mempunyai satu atau dua karakteristik psychopathy. Sebagai contoh jika seseorang gemar berbohong atau sangat egois maka mereka bisa disebut berada di spektrum psychopathy.

0 COMMENTS