Mom & Kids

Strategi Agar Anak-anak Menyukai Sayur

2020-06-10
Tidak ada yang bisa menyangkal kalau mengkonsumsi sayur-sayuran adalah baik bagi tubuh kita.

Akan tetapi kenapa masih banyak orang terutama anak-anak yang sangat tidak menyukai sayuran. Hal ini bukan merupakan sesuatu yang baru, bahkan mungkin di waktu kita kecil pun tidak menyukai sayuran. Namun, mengapa pada saat kita beranjak dewasa kita bisa menyukai sayuran? Hal yang mengejutkan adalah alasan orang tidak menyukai sayuran ternyata ada dasar ilmiahnya, bukan hanya semata masalah selera saja.

Menurut Russell Keast, seorang professor di bidang sensory & food science serta direktur Centre For Advance Sensory Science di Universitas Deakin, ketidaksukaan kita pada sayuran didasarkan oleh alasan evolusi yang menarik. Hasil evolusi memberikan manusia kemampuan untuk memilah makanan yang baik bagi mereka melalui citarasa. Rasa pahit atau asam adalah dua rasa utama yang memberikan sinyal ke tubuh kita kalau makanan tersebut tidak baik bagi kita. Tumbuh-tumbuhan sering kali mengandung racun yang berbahaya dan biasanya seseorang bisa mendeteksi ini dari rasa pahit atau asam. Sebagian besar sayuran seperti brokoli, olive & Brussel Sprout mempunyai rasa dasar yang pahit, sehingga tubuh kita memberikan sinyal kalau makanan ini tidak baik untuk dimakan maka akan timbul rasa tidak suka yang tinggi.


Bagi sebagian besar anak kecil, mereka mempunyai sensitivitas yang tinggi di indera rasa mereka sehingga sulit untuk mengonsumsi sayuran terutama yang berasa pahit atau asam dikarenakan tubuh mereka mengatakan jangan mengonsumsi sayuran tersebut. Sekarang kenapa pada saat kita beranjak dewasa kita tiba-tiba menyukai sayuran? Alasanya adalah kita belajar untuk menyukainya. Kita bisa menyukai sesuatu termasuk sayuran dengan cara mencoba secara berlahan dan berkesinambungan. Hal ini penting karena begitu tubuh kita merasakan efek positif dari mengonsumsi sayuran, maka tubuh kita akan mengingatnya dan pada saat kita mengonsumsi sayuran tersebut berikutnya mungkin kita akan memulai menyukainya.

Pekerjaan membujuk anak-anak untuk mengonsumsi sayuran bukanlah perkerjaan yang mudah, orang tua harus pintar memperkenalkan sayuran kepada anak mereka disertai dengan kesabaran yang tinggi. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua agar anak mereka bisa menyukai sayuran atau setidaknya mulai menyukai sayuran, atau paling tidak penasaran untuk mencoba.

Hal pertama yang paling penting untuk dilakukan adalah menjelaskan kepada anak-anak pentingnya mengonsumsi sayuran. Di saat ini banyak sekali media yang bisa kita gunakan untuk menjelaskannya, antara lain dengan buku cerita, video pendek di Youtube atau menonton acara anak-anak yang menceritakan efek positif mengonsumsi sayuran dengan cara yang dimengerti oleh anak-anak.

Hal kedua yang penting dilakukan adalah memberi contoh yang baik yaitu dengan cara orang tua rajin mengonsumsi sayuran, karena jika orang tua tidak mau memberi contoh maka anak-anak pun tidak akan mulai mencoba apa lagi mengkonsumsinya. Hal yang juga penting untuk dilakukan adalah jangan memaksa anak-anak untuk mengonsumsi sayuran, karena jika dipaksa maka mereka pun makin tidak akan menyukainya. Biarkan anak-anak untuk bermain dengan sayuran yang ada di piring mereka, sehingga pada saat mereka sudah merasa nyaman diharapkan akan mau mencoba sendiri tanpa paksaan.

Sayuran sering dipandang sebagai hal yang tidak enak karena disiapkan dengan cara kurang bumbu atau kurang menarik. Sering kali sayuran hanya direbus saja tanpa diberikan bumbu. Cobalah membuat kreasi sayuran lebih menarik atau lebih memiliki rasa, terutama untuk anak-anak yang tertarik dengan warna maka carilah sayuran yang berwarna menarik. Ikut sertakan mereka dalam mempersiapkan sayuran untuk dikonsumsi.

Salah satu contoh membuat sayuran lebih menarik adalah membuat sate sayuran dengan berbagai macam warna. Untuk membuat rasanya lebih menarik mungkin bisa disiapkan saus keju atau mayonnaise yang rasanya disukai anak-anak. Hal lain yang bisa dilakukan adalah memberikan sayuran dalam bentuk yang sudah disukai anak-anak. Salah satu contohnya cobalah membuat saus tomat sendiri dengan tomat yang segar, dan setelah terbiasa mungkin langkah bisa dicoba sup tomat yang mempunyai rasa mirip dengan saus tomat tersebut.

Kita sebagai orang tua yang paling mengerti anak sendiri, diharapkan dapat membuat kreasi serta mencoba dengan berbagai macam cara yang cocok untuk membujuk anak-anak agar mulai menyukai sayur-sayuran.

0 COMMENTS