Others

Sulitnya Pubertas Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

2020-09-16
Sama halnya dengan anak-anak lain, anak berkebutuhan khusus (ABK) pun akan tumbuh dewasa lalu mengalami puber.

Hal-hal normal seperti ingin menjalin hubungan romantis dan hasrat seksual akan dialami oleh para ABK. Tubuh para ABK pun akan mengalami perubahan seperti pada alat vital, atau tumbuh rambut baru di bawah ketiak serta alat kelamin mereka.  Selain itu bagi ABK berjenis kelamin wanita akan mengalami menstruasi. Bagi ABK perubahan ini jauh lebih berat bagi mereka dibandingkan dengan anak-anak non-ABK. Tentunya sebagian besar ABK akan kebingungan mengapa tubuh mereka tiba-tiba berubah serta timbul perasaan-perasaan baru yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Untuk anak2 normal lainnya walaupun cukup sulit namun mereka dapat bertanya tanya kepada orang tua, keluarga atau teman-teman tentang perubahan yang terjadi pada diri mereka. Sementara bagi ABK sangat sulit untuk berbagi atau bertanya tentang pengalaman ini, alhasil mereka bisa cepat frustasi atau depresi. Akibat frustasi atau depresi sering kali ABK menjadi tantrum. Apalagi jika ABK sudah memilikki masalah tantrum sebelum masa puber, maka setelah puber kemungkinan besar masalah tantrum bisa lebih parah.  

Masing-masing ABK memiliki isu puber yang beragam tergantung jenis kelamin mereka. Satu isu puber besar bagi ABK berjenis kelamin wanita seperti yang sudah disebutkan sebelumnya adalah masalah menstruasi. ABK akan kebingungan pada saat keluar darah dari alat kelamin mereka, ditambah lagi jika ABK tidak dapat berbicara (non verbal) sehingga mereka tidak dapat memberi tahu kalau tiba saatnya datang bulan. Masalah yang mungkin dialami oleh ABK berjenis kelamin laki-laki adalah saat mereka mengalami gairah seksual dan mungkin ingin bermasturbasi. Permasalahan dengan sebagian ABK adalah mereka tidak mengerti situasi, tempat dan waktu yang tepat, sehingga mereka bisa saja melakukannya dimana ada banyak orang ataupun di hadapan orang tua. Permasalahan yang sudah disebutkan di atas adalah isu yang sangat normal, sehingga yang penting adalah bagaimana mengajarkan mereka untuk menghadapi isu-isu ini.

Sebagaimana yang diketahui ABK biasanya lebih mudah belajar dari gambar, maka bisa dicoba untuk mengajarkan mereka bagaimana cara memakai pembalut ataupun mengenali tempat dan waktu yang tepat untuk bermasturbasi. Untungnya di masa sekarang ini sudah banyak buku bergambar, kartun atau bahkan kanal youtube yang dapat digunakan untuk mengajarkan ABK. Jika orang tua kesulitan untuk membicarakan masalah ini, tidak ada salahnya meminta bantuan kepada para ahli seperti psikolog anak atau terapis yang dapat membantu.

Selain isu biologis pada masa pertumbuhan, ABK seperti halnya anak-anak lainnya akan merasa kesulitan mengikuti pelajaran pada saat memasuki pendidikan tinggi. Bahkan bagi ABK akan lebih sulit lagi karena guru mereka mungkin tidak tahu bagaimana cara mengajarkan topik pelajaran yang lebih sulit. Untuk membantu ABK bisa dicoba membicarakan dengan guru serta terapis bagaimana cara terbaik untuk mengajarkan ABK jika mereka kesulitan mengikuti pelajaran. Hal penting yang perlu diingat adalah jangan takut untuk berdiskusi dengan terapis, dokter atau kerabat mengenai kebutuhan mereka dan cara menghadapinya. Hal penting lainnya yang perlu diingat adalah sebagian besar isu ABK pada masa puber bukan sesuatu yang unik melainkan hal normal yang akan dialami semua anak pada umurnya.

0 COMMENTS