Psychology

Cara Berteman Dengan Tekanan Sosial

2016-10-06
Cara berteman dengan tekanan social - Apa tujuan hidup Anda saat ini? Pertanyaan yang mungkin sulit dijawab bagi sebagian besar orang.

Bagi sebagian besar orang, menggapai cita-cita adalah tujuan utama dalam hidup. Sayangnya, mencapai tujuan tersebut tidak mudah, terutama ketika menghadapi tekanan sosial dalam keluarga maupun dari orang sekitar. Berikut ini akan dibahas tentang bagaimana tekanan sosial dapat mempengaruhi seseorang dalam mencapai cita-cita serta bagaimana cara berteman dengan tekanan sosial.

Pengertian tekanan social (dijadikan subheading)

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tekanan sosial, akan sangat membantu apabila Anda memahami pengertian tekanan sosial secara garis besar. Teori tekanan sosial adalah keadaan dimana pengaruhi oleh orang lain atau kelompok dalam satu lingkup kepada seseorang untuk melakukan sesuatu hal yang sebenarnya tidak diinginkan. Pengaruh tersebut dapat berupa argumen, bujukan, kesesuaian pendapat, serta tuntutan.

Seseorang yang mendapatkan pengaruh dari tekanan sosial biasanya tidak akan menolak untuk melakukan sesuatu. Padahal, hal tersebut benar-benar bertentangan dengan hati nurani orang tersebut. Akibatnya, keinginan sebenarnya dari orang tersebut tidak tersampaikan dan bahkan bergeser menjadi tujuan lain. Inilah yang menyebabkan cita-cita seseorang yang sebenarnya jadi bergeser dan kemudian hilang entah kemana.

Cara berteman dengan tekanan sosial

Tak ada solusi yang pasti untuk menghindari tekanan sosial. Namun, berkawan dengan tekanan sosial justru dapat Anda lakukan untuk menghadapi masalah ini. Berikut ini adalah bagaimana cara menghadapi tekanan sosial yang dapat Anda lakukan.

  • Ingatlah bahwa mayoritas sering salah. Tekanan sosial sering kali sangat kuat muncul ketika banyak orang menunjukkan ketidaksetujuan terhadap sesuatu. Hal ini membuat seseorang merasa bahwa dia salah dan mereka yang benar karena jumlah mereka lebih banyak. Justru mereka sebenarnya yang tidak tahu apa yang mereka katakan selama ini. Mereka hanya mengikuti doktrin yang diberikan pada mereka sejak kecil. Contoh tekanan sosial yang mungkin sering Anda dengarkan adalah kebiasaan makan 3 kali sehari. Siapa yang sebenarnya membuat aturan tersebut? Mengapa harus ada jam-jam tertentu? Bukankah hidup kita sewajarnya kita yang mengaturnya?
  • Jangan dengar pendapat orang. Menghargai pendapat orang adalah hal yang memang harus dilakukan. Namun bila Anda selalu melakukan pendapat orang lain tanpa mendengar pendapat Anda sendiri, tentu hal ini akan merugikan diri sendiri. Misalnya begini, Anda berkali-kali diajak oleh rekan kerja untuk dugem dan pesta semalam suntuk. Karena tidak ingin dianggap sebagai orang yang aneh, Anda menurut saja. Padahal, Anda sendiri tahu bahwa hal tersebut bukan jati diri Anda. Biarkan saja apa yang mereka katakan tentang Anda. Anda tahu yang terbaik buat Anda sendiri.
  • Bangun keteguhan hati. Seseorang yang lemah hatinya sering kali membiarkan orang yang membentuk jati diri mereka. Hal ini yang seharusnya dihilangkan. Membangun keteguhan hati tentang jati diri Anda dapat dilakukan dengan mengenali diri sendiri, keunggulan diri, membangun citra diri yang positif, serta memperbaiki kepercayaan diri.

Jangan biarkan Anda larut dengan tekanan sosial dalam keluarga atau rekan-rekan lainnya. Bangunlah kepercayaan diri untuk menemukan jati diri Anda sendiri. Beranilah untuk melawan arus. Dengan begitu, kesempatan Anda untuk maju dan berkembang akan terbuka lebar.

0 COMMENTS