Others

Terapi dengan Bantuan Binatang Bagi Orang yang Hidup dengan Autisme

2021-01-25
Binatang peliharaan sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, bahkan bagi sebagian masyarakat malahan binatang peliharaan sudah menjadi seperti keluarga mereka sendiri.

Di negara barat binatang peliharaan sudah menjadi bagian terapi bagi mereka yang mengalami depresi dan kegelisahan. Selain itu binatang peliharaan sudah dipakai untuk membantu mereka yang mengalami disabilitas fisik seperti tuna netra. Belakangan ini ada klaim bahwa orang yang mempunyai kebutuhan khusus terutama anak berkebutuhan khusus dapat terbantu dengan terapi menggunakan binatang peliharaan. Dengan terapi ini diklaim keterampilan sosial dan komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dapat terbantu.

Terapi dengan bantuan binatang pertama kali ditemukan di tahun 1961 oleh dokter psikologis anak bernama Dr Boris Levinson. Teori di balik terapi dengan bantuan binatang untuk ABK ini adalah binatang bisa menjadi sumber yang menenangkan serta memberi dukungan yang tidak menghakimi sehingga sangat membantu dalam mengembangkan interaksi sosial dan komunikasi ABK. Untuk melaksanakan terapi dengan bantuan binatang biasanya terapis yang terlatih akan melibatkan binatang peliharaan dalam proses terapi untuk ABK. Sebagai contoh seorang terapis berpengalaman akan menggunakan anjing terapis yang sudah terlatih untuk mengajarkan ABK keterampilan komunikasi serta cara hidup di masyarakat dengan cara mendorong ABK untuk berbicara atau berinteraksi dengan anjing terapis tersebut.

Selain anjing terapis, binatang lain juga sering digunakan untuk tujuan terapi ini antara lain kuda, lumba-lumba, kucing, burung dan lain-lainnya. Terapi ini juga cukup praktis karena bisa dilakukan dimana saja jika diizinkan. Beberapa terapis melakukan terapi ini di rumah, di klinik, di sekolah, di peternakan atau tempat lainnya. Walaupun penelitian masih sangat terbatas untuk terapi ini, beberapa penelitian yang sudah dilakukan menemukan bahwa ABK menunjukkan perilaku sosial seperti tertawa, berbicara serta perilaku positif lainnya ketika mereka berinteraksi dengan binatang peliharaan terapis.

Penelitian juga menunjukkan kalau binatang dapat mengurangi kegelisahan, deperesi & ketakutan yang biasa ABK rasakan atau alami. Ditambah lagi ditemukan bahwa binatang peliharaan terapis juga dapat mengurangi tantrum. Binatang terapis pun dapat membantu orang berkebutuhan khusus untuk berkomunikasi dengan orang baru, dimana orang baru ini akan terfokus pada binatang terapis dibandingkan memaksa orang berkebutuhan khusus untuk memulai pembicaraan. Satu fungsi yang penting dari binatang terapis seperti anjing terapis adalah mereka dapat menjaga majikannya yang berkebutuhan khusus dari bahaya dan juga menjaga agar majikan mereka tidak tersesat.

0 COMMENTS