Mom & Kids

Terapi untuk ABK di Masa Karantina

2020-05-13
Di masa karantina akibat COVID-19 ini bukan hanya karyawan yang diharuskan bekerja di rumah namun anak-anak pun belajar dari rumah

Kini para orangtua mempunyai tugas baru untuk menjadi guru bagi anak-anak mereka.  Bagi mereka yang mempunyai anak berkebutuhan khusus masa ini menjadi masa yang sangat berat karena dalam kondisi normal ABK dapat bersekolah dan dapat bertemu dengan terapis untuk membantu mereka.

Menurut salah satu orangtua ABK, terapi okupansi membantu menenangkan anak mereka sehingga mereka siap untuk belajar. Khusus dalam masa karantina ini pertemuan langsung dengan terapis tidak diperbolehkan. Untuk mengatasi masalah ini terapis seperti halnya guru juga harus kreatif. Metode yang banyak digunakan adalah dengan e-learning atau metode pengajaran via teknologi. Terapis pun menggunakan metode ini untuk membantu ABK yang terpengaruh oleh masa karantina. Diharapkan dengan menyediakan fasilitas e-learning, terapis dapat menyediakan rutinitas dan struktur yang penting bagi ABK.

E-learning juga dapat membantu ABK untuk melihat wajah terapis mereka, hal ini penting karena rutinitas dan konsistensi penting bagi ABK. Selain itu, e-learning juga dapat membantu ABK karena mereka bisa berbagi atau memperlihatkan area bermain dan mainan mereka kepada terapis. Keuntungan yang tak terduga lainnya dengan terapi e-learning adalah orangtua bisa lebih terlibat dalam terapi, hal ini terjadi karena terapis harus berkerja sama dengan orangtua untuk memberikan terapi di rumah mereka masing-masing.

Walaupun e-learning dapat membantu pada masa karantina ini, tetap saja menurut para terapis mengajarkan ABK dari jarak jauh adalah perkerjaan yang sangat berat. Namun, bagaimanapun juga para terapis ini tetap berusaha agar ABK bisa mendapatkan terapi yang mereka perlukan. Berikut adalah satu contoh metode terapi e-learning:

  • Pada hari Senin, Rabu dan Jumat terapis akan menghubungi ABK beserta orangtuanya
  • Setiap hari Selasa terapis akan mengirimkan email berisi jadwal selama satu minggu dan latihan apa saja yang bisa dilakukan oleh orangtua dengan anak mereka selama satu minggu kedepan
  • Setiap bulan tema terapi akan berbeda, sebagai contoh satu bulan mungkin tema yang dipilih oleh terapis adalah sayuran, maka terapis akan membuat terapi berdasarkan topik ini. Di satu sesi terapi, terapis akan meminta ABK untuk mengelompokkan sayur berdasarkan warna atau meminta ABK untuk menunjukan sayur yang berwarna merah.
  • Beberapa terapis juga membuat klub sosial menggunakan zoom atau google meeting agar beberapa ABK bisa berkomunikasi dan bermain. Grup ABK ini bisa bernyanyi atau berdansa bersama-sama

Keadaan karantina seperti ini merupakan hal yang baru dan tentunya tidak mudah bagi para terapis karena mereka harus selalu mencari cara baru dalam keadaan seperti ini. Sebagai contoh satu terapis suatu hari membawa laptopnya ke taman kemudian dengan via zoom memperlihatkan proses induk burung memberi makan anaknya. Sedangkan bagi orangtua, menjaga serta melakukan terapi dan berkerja dari rumah merupakan perkerjaan yang hampir tidak mungkin.

Hal terberat bagi ABK adalah mereka tidak boleh keluar dan bermain di taman bermain yang merupakan aktivitas yang sangat disukai beberapa ABK. Selain itu efek negatif terbesar dari masa karantina ini adalah kemungkinan ABK akan kehilangan atau lupa apa saja yang mereka pelajari. Satu sisi positif dari masa karantina ini adalah ABK jadi sedikit lebih mengerti bagaimana dunia sebenarnya bekerja. Sebagai contoh ABK jadi sedikit lebih mengerti kenapa mereka tidak boleh keluar bermain pada masa karantina.

Diharapkan saat kondisi seperti ini orangtua bisa lebih meluangkan waktu dan bekerja sama dengan baik agar proses terapi ABK semakin maksimal.

 

0 COMMENTS