Mom & Kids

Tips Agar Anak Mandiri

2019-10-14
Tumbuh kembang anak ditentukan dari bagaimana cara orangtua mendidiknya. Salah satunya adalah membentuk pribadi anak yang mandiri.

Hal tersebut tentu bukan hal yang mudah, karena pada dasarnya sebagai orangtua akan berusaha untuk selalu melindungi dan tidak ingin melihat anaknya mengalami kesulitan. Namun hal tersebut justru bisa memberikan dampak buruk terutama pada saat dewasa, sehingga anak tidak dapat hidup mandiri tanpa bantuan orang lain karena terbiasa dibantu.

Lalu, apakah orangtua tidak boleh membantu sama sekali kemudian bersikap displin dan keras atau bahkan mengirim anak ke asrama agar mereka tidak menjadi manja? Jawabannya adalah tidak. Dalam mendidik anak tidak ada satu formula atau cara yang pasti benar. Masing-masing anak harus dididik sesuai dengan karakternya. Menurut terapi perilaku dari Dynamics Therapy Centre Singapore kunci untuk anak lebih mandiri adalah memberitahukan kepada anak tersebut bahwa kegagalan adalah hal yang normal dan bahkan patut dipuji. Menurutnya jika seorang anak tidak takut untuk gagal maka mereka akan terus berusaha dan belajar agar menjadi lebih baik serta tidak takut untuk mencoba hal baru meskipun tanpa orangtua.

Di lain pihak, karena orangtua sangat khawatir terhadap masa depan anak mereka, tidak sedikit orangtua yang memaksa anak untuk mengikuti les pelajaran tambahan dan kegiatan ekstrakurikuler agar anak bisa bersaing dan lebih mandiri. Namun hal ini juga tidak membantu seorang anak untuk menjadi lebih mandiri, karena tidak sedikit dalam posisi tersebut anak akan merasa tertekan dan takut gagal.

Jika orangtua tidak boleh bersikap terlalu keras atau terlalu lembut, adakah cara yang tepat dalam mendidik anak? Jawabannya adalah gabungan antara didikan keras dan lembut. Orangtua harus bisa melihat dalam kondisi apa anak mereka harus dididik keras, misalnya pada saat anak mereka sedang mengerjakan PR atau tugas, orangtua harus membiarkan mereka menyelesaikan sendiri tugas mereka tanpa dibantu tetapi tetap memberikan saran atau arahan kepada anak.

Orangtua juga harus bisa melihat jika anak merasa terbebani atau stres. Jika hal tersebut terjadi maka jauhkan anak dari hal-hal yang membuat mereka terbebani dan berilah pengertian kepada anak bahwa tidak harus selalu mengerjakan sesuatu secara sempurna.

Sebagai contoh jika seorang anak sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pelajaran mereka namun tetap tidak bisa mendapat nilai terbaik, orangtua harus menasehati anak mereka untuk beristirahat dulu. Berikan semangat dengan mengatakan bahwa kegagalan itu adalah hal yang wajar, kemudian pujilah anak karena sudah mencoba dengan maksimal. Dengan begitu diharapkan dapat mendorong mereka untuk terus mencoba dan lebih mandiri.

Sebagai orangtua walaupun sulit dalam memberikan arahan kepada anak, namun tetap biarkan anak tersebut untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Dengan begitu lama kelamaan anak tersebut dapat membuat keputusan yang tepat tanpa bantuan orangtua lagi atau menjadi anak yang mandiri.

0 COMMENTS