Others

USG, Bukan Cuma untuk Wanita Hamil

2018-02-17
Saya pria yang bisa dibilang jarang ke dokter untuk periksa kesehatan. Kalau pun sakit hanya minum obat-obatan yang dijual bebas di warung atau minimarket sekitar.

Namun, setahun yang lalu semua berubah. Semenjak saya mengalami benjolan di daerah leher sebelah kiri. Tadinya saya sedikit mengabaikan, karena pikir saya mungkin nanti akan kempes pada waktunya. Namun, keluarga saya memaksa untuk diperiksa saja. Akhirnya saya menyerah dan memeriksakannya ke dokter.

Saat diperiksa oleh dokter spesialis penyakit dalam, saya dirujuk untuk melakukan USG. Dengan sedikit bercanda saya bertanya ke dokternya “Memangnya saya hamil, Dok?”

Kemudian, USG dilakukan di dalam sebuah ruang khusus. Posisi tubuh saya tiduran dan perawat menaruh tisu di kerah baju saya, katanya agar tidak kotor terkena gel. Ternyata alat USG tersebut berbentuk menyerupai scan barcode kasir minimarket dan ujungnya diberi gel. Saya merasakan sensasi dingin ketika mesin USG menggerayangi leher saya. Saat itu saya dapat melihat langsung apa yang terjadi di dalam leher saya. Ternyata ada pembengkakan kelenjar yang besar. Semoga ke depannya saya tidak perlu mengalami pemeriksaan-pemeriksaan aneh lagi di dokter.

0 COMMENTS